Ketua YPPH Balikpapan Ajak Keluarga Masa Kini Teladani Nabi Ibrahim

Ummulqurahidayatullah.id– Ada empat pelajaran keteladanan dari kisah keluarga Nabi Ibrahim yang bisa diterapkan oleh keluarga Muslim saat ini.
Demikian pesan yang disampaikan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH)) Balikpapan, H. Hamzah Akbar, S.Sos. dalam momen perayaan Idul Qurban.
Bertindak sebagai khatib Idul Adha 1446 H, Ustadz Hamzah menyampaikan khutbah sekaligus nasihat emas tersebut di hadapan ratusan kaum Muslimin yang memenuhi pelataran depan Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Kota Balikpapan Kalimantan Timur, Jumat 10 Dzulhijjah (6/6/2025).
“Rutinitas harian dalam rumah tangga kini cenderung lebih didominasi oleh urusan duniawi semata: pekerjaan, sekolah, cicilan, hiburan, dan berbagai kesibukan lainnya.
Sementara itu, nilai-nilai spiritual dan pembinaan iman semakin tersisih. Rumah yang telah berubah menjadi tempat persinggahan yang dipenuhi kesibukan duniawi tanpa sentuhan ruhani,” ungkapnya mengingatkan dampak negatif dari serbuan budaya Barat.
Mendoakan
Lebih lanjut, kaitan dengan keteladan Nabi Ibrahim tersebut, pertama adalah mendoakan. Ia menyebut bahwa mendidik anak tidak mencukupkan diri pada aspek jasmani dan intelektual saja.
“Tapi juga aspek ruhani dan moral. Mendidik aspek ruhani dan moral inilah memerlukan campur tangan serta pertolongan Allah melalui doa,” ucapnya dengan nada penuh semangat.
Ustadz yang juga diamanahi Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan ini menyebut Nabi Ibrahim adalah seorang ayah yang dikenal keteladanannya sebagai paling rajin dan tidak lelah mendoakan anak-anaknya. Hingga sebagian besar doa-doa Nabi Ibrahim diabadikan dalam al-Qur’an.
Keteladanan
Nasihat kedua adalah keteladanan. Sesungguhnya fondasi pertama dalam mendidik anak bukan berada di tangan guru, sekolah, pesantren, atau lembaga pendidikan mana pun.
“Namun, fondasi utama adalah orangtua ayah sebagai imam dan ibu sebagai al-madrasah al-ula dalam membimbing serta menampilkan teladan kebaikan bagi anak-anaknya,” jelas Ustadz Hamzah.
Lingkungan Kondusif
Keteladanan berikutnya adalah membangun rumah dan lingkungan yang kondusif.
Disebutkan, rumah terbaik bukan diukur dari fasilitasnya yang mewah dengan desain menarik atau lingkungan perumahan yang lokasinya strategis, elit dan eksklusif.
Tapi rumah dengan lingkungan yang mengkondisikan untuk bisa beribadah dengan baik dan membentengi dari pergaulan yang tidak baik.
“Marilah kita kembalikan keluarga kita kepada fungsinya yang hakiki, sebagai benteng pertama dan terakhir penjaga keimanan dan karakter generasi penerus. Sebab dari rahim keluarga yang terdidik dengan nilai Islam-lah akan lahir para mujahid, para ulama, dan para pemimpin yang akan menegakkan kalimat tauhid di muka bumi,” lanjutnya.
Visi Berislam
Terakhir, Ustadz Hamzah menyebut bahwa keteladanan dari keluarga Nabi Ibrahim yaitu tentang pentingnya menanamkan visi berislam dan akhirat di tengah keluarga.
“Idul Adha ini adalah momentum yang sangat tepat bagi setiap keluarga Muslim untuk meninjau kembali arah dan visi hidupnya,’ ujarnya.
“Rumah bukanlah sekadar tempat beristirahat, namun ia adalah pusat tarbiyah dan basis dakwah yang membentuk kepribadian anak-anak sebagai generasi penerus umat,” tutupnya.
59 Khatib Idul Adha
Untuk diketahui, Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan menyebar 59 khatib Id pada perayaan Idul Adha tahun 1446 H ini.
Para juru dakwah tersebut menyisir mulai dari pinggiran kota hingga kompleks perumahan, perkantoran, dan juga perusahaan di kota berjuluk Madinatul Iman tersebut.
“Alhamdulillah, tema khutbah Idul Qurban sekarang adalah “Implementasi Nilai-Nilai Idul Adha Dalam Pendidikan Keluarga,” ucap Dr. Abdurrohim, dai Hidayatullah sekaligus penanggungjawab pelayanan umat di kota Balikpapan, secara terpisah.* (Abu Jaulah/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments