Pembinaan Guru & Dosen di Kampus Induk Hidayatullah, Dr Arfan: Jadilah Pendidik yang Inspiratif

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Di balik lahirnya generasi unggul, selalu ada sosok guru dan dosen yang mengabdikan ilmu, waktu, dan kehidupannya untuk mendidik.
Mereka bukan sekadar pengajar di ruang kelas, tetapi pejuang yang menanamkan nilai, membentuk karakter, dan menyalakan semangat dakwah pada setiap peserta didik.
Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Pembinaan Guru dan Dosen bertema Meneguhkan Jati Diri Guru dan Dosen Pejuang, Demi Lahirnya Kader Rabbani yang diselenggarakan di Aula LPPH, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Sabtu, 26 Muharram 1448 H (11/7/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan guru dan dosen sebagai ikhtiar memperkuat komitmen mereka dalam mengemban amanah pendidikan.
Jalan Perjuangan
Dalam arahannya, Ketua YPP Hidayatullah Balikpapan, Ustadz Dr Arfan, menegaskan bahwa seorang pendidik harus memahami profesinya sebagai jalan perjuangan, bukan sekadar pekerjaan.
“Guru dan dosen Hidayatullah bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi membangun peradaban. Jadilah pendidik yang menginspirasi dengan keteladanan, menguatkan dengan keikhlasan, dan mendidik dengan ruh perjuangan agar lahir kader-kader rabbani yang akan melanjutkan estafet dakwah di masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, keberhasilan pendidikan tidak diukur semata-mata dari capaian akademik, melainkan dari perubahan karakter yang lahir dari proses pembinaan.
“Jangan pernah merasa cukup hanya karena peserta didik memahami materi. Tugas kita adalah memastikan mereka tumbuh menjadi pribadi yang mencintai Allah, berakhlak mulia, dan siap mengabdi untuk umat. Itulah hakikat pendidikan yang sesungguhnya,” pesannya.
Lebih lanjut, Ustadz Arfan mengajak seluruh guru dan dosen untuk terus memperbaiki kualitas diri.
Keteladanan
Menurutnya, keteladanan adalah metode pendidikan yang paling kuat dan paling membekas dalam diri peserta didik.
“Anak-anak lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Karena itu, jadilah teladan dalam ibadah, akhlak, kedisiplinan, dan semangat berjuang. Keteladanan adalah bahasa pendidikan yang paling mudah dipahami,” pesannya.
Menutup arahannya, Dr Arfan mengingatkan bahwa setiap pendidik memegang peran penting dalam menentukan arah masa depan umat.
“Apabila kita ingin melihat peradaban Islam kembali bangkit, mulailah dari ruang-ruang kelas. Di sanalah kader-kader rabbani ditempa. Dan di balik setiap kader yang hebat, selalu ada guru dan dosen yang ikhlas berjuang tanpa lelah,” ujarnya.
Khidmat
Suasana pembinaan berlangsung penuh kekhidmatan dan semangat. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias sebagai momentum untuk memperbarui niat, memperkokoh jati diri, dan mempererat ukhuwah antarsesama pendidik.
Melalui pembinaan ini diharapkan lahir guru dan dosen yang semakin teguh memegang amanah sebagai pendidik pejuang.
Dengan ilmu, keteladanan, dan keikhlasan yang terus dipupuk, mereka diharapkan mampu melahirkan kader-kader rabbani yang siap menjadi pemimpin umat, membawa manfaat bagi bangsa, serta meneruskan estafet perjuangan Islam.* (Abana/STIS/@Uqreat)
Recent Comments