4 Tahun SMH RM Putri – Nyalanesia Terus Nyalakan Literasi, Santri & Guru Raih Prestasi

Ummulqurahidayatullah.id– Program literasi sekolah hasil kerja sama antara Sekolah Menengah Hidayatullah Raadhiyatan Mardhiyyah (SMH RM) Putri dan Nyalanesia kini memasuki tahun keempat dengan catatan prestasi yang terus gemilang.
Tahun 2025 ini, tiga santri SMH yakni Meira Jelita, Keysha Athifah, dan Kayla Izzah Farisha berhasil masuk dalam nominasi 100 karya terbaik dari total 1.500 lebih karya pelajar tingkat menengah se-Kota Balikpapan.
Sementara itu, dua guru SMH, Mukhlisa dan Najmatun Nahdhah, juga berhasil masuk dalam daftar 75 karya terbaik tingkat nasional, yang diundang untuk menghadiri Puncak Literasi Nasional di Solo, Jawa Tengah, pada 24–25 Mei mendatang.
Dalam rangkaian Festival Literasi Kota Balikpapan, SMH Raadhiyatan Mardhiyyah Putri juga menerima sertifikat sebagai Sekolah Aktif Literasi dari penyelenggara, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dan konsisten dalam membudayakan literasi di lingkungan madrasah.
Terus Menyala
Sejak tahun pertama bergabung dengan Nyalanesia, SMH RM Putri telah menunjukkan komitmen kuat, ditandai dengan raihan Penghargaan Cerpen Terbaik tingkat Kota Balikpapan.
“Kini, di tahun keempat, semangat itu terus menyala,” sebut Kepala SMH RM Putri, Ustadzah Najmatun Nahdhah.
Dengan hashtag #4TahunBerkembangBersama, SMH Raadhiyatan Mardhiyyah Putri dan Nyalanesia terus berkomitmen menyalakan masa depan melalui literasi yang hidup dan bermakna.
Untuk diketahui, Nyalanesia adalah sebuah platform literasi digital yang bertujuan untuk mendorong peningkatan budaya literasi di kalangan pelajar, guru, dan masyarakat melalui berbagai program inovatif.
Salah satu program unggulannya adalah “Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional”, yang memberikan kesempatan kepada siswa dan guru untuk menulis dan menerbitkan karya mereka secara profesional.
Dengan menggabungkan teknologi, pendidikan, dan kreativitas, Nyalanesia mendukung terbentuknya ekosistem literasi yang berkelanjutan dan berdaya saing di era digital.* (Ema Nahdhah/SMH/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments