Ust. Sarbini: KH Abdullah Said Tak Minta Dihormati, Santrinya Malah Tambah Cinta & Loyal

Ummulqurahidayatullah.id– Dai senior yang juga Pengawas Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Ustadz Sarbini Nasir, berbagi kisah inspiratif tentang sosok KH Abdullah Said, pendiri Hidayatullah, yang hingga kini terus menjadi teladan bagi para kader dan santri.
Cerita Ustadz Sarbini, sapaannya, bukan hanya nostalgia. Tetapi juga seruan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kepemimpinan yang mendalam.
“Kesan mendalam terhadap Ustadz Abdullah Said adalah mentalitasnya,” ungkap Ustadz Sarbini dengan nada penuh haru.
Hal itu ia tuturkan saat mengisi Talk Show Silaturahim Syawal (Silatwal) 1446 H Hidayatullah di Masjid Ar-Riyadh, Gunung Tembak, Balikpapan, Sabtu, 13 Syawal 1446 H (12/4/2025) bakda zuhur.
“Beliau tidak memosisikan dirinya sebagai orang yang harus dihormati. Kami bersama beliau seperti teman biasa. Tidur satu bantal, dari masjid ke masjid, karena saat itu belum ada tempat tetap,” tuturnya.
Bagi Ustadz Sarbini, kedekatan para santri dengan KH Abdullah Said bukan berarti menghilangkan rasa hormat. Sebaliknya, justru memperkuat rasa cinta dan loyalitas para kader kepada pemimpinnya.
“Kami dengan Ustadz Abdullah Said benar-benar tidak berjarak. Kami dekat, biasa bergurau, tapi tetap respek dan memosisikan diri sebagai kader yang harus taat kepada pemimpin,” tambahnya.
KH Abdullah Said diyakini sebagai contoh nyata seorang pemimpin yang mampu mengayomi dan menyayangi semua orang tanpa memandang status atau posisi.
Sosok tidak pernah menuntut penghormatan berlebihan dari para kadernya. Sebaliknya, ia selalu memberikan contoh nyata melalui tindakan dan sikap hidupnya.
“Saya harapkan, kita juga demikian kepada kader-kader kita sekarang,” pesan Ustadz Sarbini kepada para pengurus dan kader Hidayatullah.
“Sebagai apapun kita, jangan mengharap dihormati. Biasa-biasa saja. Yang penting kita memberikan contoh yang baik,” imbuhnya.
Pesan ini adalah seruan untuk kembali kepada esensi kepemimpinan dalam dakwah: kesederhanaan, kedekatan, dan keteladanan.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, nilai-nilai inilah yang akan menjadi penguat bagi para kader dan santri Hidayatullah di seluruh Indonesia.
“Jadilah pemimpin yang dicintai karena kedekatannya, bukan karena jarak yang dibuat-buat. Jadilah teladan yang menginspirasi, bukan sekadar figur yang dihormati,” pesan Ustadz Sarbini.
Semangat kepemimpinan KH Abdullah Said itu pun diharapkan terus mengalir dalam setiap langkah para penerusnya.* (Herim/@Ummulqurahidayatullah)
Baca juga: Silaturahim Syawal Diyakini Kunci Umur Panjang & Rezeki Melimpah
Recent Comments