Testimoni Halaqah ‘Healing’ [2]

[Ilustrasi] Kegiatan Halaqah Kader Warga Ummulqura di Masjid Ar-Riyadh, Gunung Tembak, Sabtu bakda subuh (31/12/2022).* [Foto: SKR/MCU]

Sambungan dari artikel pertama

Oleh: Nasikin, M.E.*

Testimoni Halaqah ‘Healing’ dari Mahasiswa

Ummulqurahidayatullah.id | MUTAWALLY Sya’rawi, salah seorang mahasiswa semester 4 Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, yang rutin mengikuti halaqah di Masjid Ar Riyadh, mengaku bahwa halaqah telah menjadi oase bagi jiwanya.

“Setiap kali datang ke halaqah, saya merasa seperti diisi ulang. Pikiran jadi lebih tenang, hati lebih ringan, dan semangat untuk menjalani hidup kembali menyala,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebersamaan dengan sesama mahasiswa membuatnya merasa diterima dan dikuatkan di tengah-tengah kegoncangan melanda dirinya.

Hal serupa dirasakan oleh Muh. Zakariya Al-Kandalawi, mahasiswa dari Prodi Hukum Keluarga yang sekarang duduk di semester 4.

Zakariya sebelumnya merasa tertekan dengan tuntutan amanah yang sedang dijalani, mulai dari menjaga penjernihan air, membantu perbaikan sarana dan prasarana di kampus putra maupun putri, serta operasi kebersihan kampus.

Baginya, halaqah memberikan perspektif baru tentang kesabaran dan tawakkal.

“Saya jadi sadar bahwa semua masalah itu ada hikmahnya. Halaqah membantu saya menemukan cara untuk berdamai dengan diri sendiri dan lebih mendekat kepada Allah. “

Zakariya menambahkan bahwa halaqah membantunya memahami pentingnya manajemen waktu dan hati.

“Selain belajar agama, halaqah mengajarkan saya untuk lebih menghargai waktu dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting,” ungkapnya.

Halaqah sebagai Revolusi Spiritual

Pada era modern saat ini, halaqah tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas keagamaan biasa. Ia telah berevolusi menjadi sebuah gerakan revolusi spiritual yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Di Masjid Ar-Riyadh, halaqah juga mengajarkan pentingnya keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi. Melalui halaqah, mahasiswa dan jamaah lainnya diajak untuk melihat kehidupan sebagai ladang amal yang harus diisi dengan kebaikan, bukan sekadar mengejar materi.

Inilah esensi healing Islami yang sejati, sebuah pemulihan yang membawa manusia lebih dekat kepada Rabb-nya.

ILUSTRASI: Suasana halaqah peserta Silatnas Hidayatullah 2023 di Masjid Ar-Riyadh, Gunung Tembak, Balikpapan (21/11/2023).* [Foto: Ruhul Hamzah/Media Silatnas Hidayatullah/MCU]

Sebagai salah satu bentuk dakwah yang penuh hikmah, halaqah di Masjid ini juga membuka pintunya lebar-lebar bagi generasi muda.

Dengan gaya diskusi yang santai namun bermakna, halaqah diharapkan dapat menjadi alternatif positif di tengah maraknya kegiatan yang kurang bahkan tidak bermanfaat di kalangan anak muda.

Halaqah adalah lebih dari sekadar lingkaran belajar, ia adalah tempat bertemu hati-hati yang rindu akan ketenangan dan keberkahan.

Di tengah dunia yang serba cepat dan melelahkan, halaqah hadir sebagai tempat healing Islami yang tidak hanya menyentuh pikiran, tetapi juga memperbaiki jiwa.

Saatnya kita jadikan halaqah sebagai sarana untuk merevolusi spiritualitas dan menemukan kedamaian sejati.

Bagi Anda “Para Remaja dan Pemuda” yang ingin merasakan manfaat dari halaqah, STIS Hidayatullah Balikpapan mengajak semua kalangan untuk bergabung dan mendaftarkan dirinya belajar/kuliah di kampus tercinta ini.

Anda tidak hanya akan mendapatkan ilmu, tetapi juga pengalaman spiritual yang memperkaya jiwa. Jadikan halaqah sebagai langkah pertama dalam perjalanan menuju revolusi spiritual Anda.* (Media Center @Ummulqurahidayatullah)

  • Penulis adalah Dosen STIS Hidayatullah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *