Hidayatullah Didorong Tingkatkan Pemberdayaan Aset Lahan

Ir Satria Iman Pribadi, Pembina Agrobisnis dan Eduwisata Ahlus Shuffah Gunung Binjai.* [Youtube Ummulqura Hidayatullah]

Ummulqurahidayatullah.id– Ormas dan pesantren Hidayatullah didorong untuk meningkatkan pemberdayaan aset berupa lahannya yang tersebar di berbagai kampus/kota se-Indonesia.

Hal ini mencuat dalam sebuah diskusi ekonomi keumatan di Kampus Induk Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim, beberapa waktu lalu.

Salah seorang narasumber dalam talkshow itu, Ir Satria Iman Pribadi, memberi contoh ormas Islam lainnya yang memiliki banyak aset lahan. Misalnya Muhammadiyah. Ada pula Nahdlatul Ulama yang, menurut Satria, aset NU dimiliki oleh setiap pesantren NU di berbagai daerah.

“Kalau dilihat aset lahan, dugaan saya lebih besar lahan yang dipunya Hidayatullah dibanding Muhammadiyah. Muhammadiyah punya sedikit-sedikit di kota tapi nilainya besar, ada perguruan tinggi,” ujar Satria sebagaimana tayangan di Youtube Ummulqura Hidayatullah, pantauan Media Center Ummulqura (MCU) Hidayatullah, pertengahan Syawal 1443H/Mei 2022M.

Sementara Hidayatullah, tambahnya, memiliki aset yang hitungannya hektare-hektare di berbagai kampus pesantren di kota-kota se-Indonesia.

“(Aset) Muhammadiyah ratusan triliun, besar. Hidayatullah perlu mendata juga berapa nilai aset(nya),” ujar Direktur Yayasan International Islamic School (INTIS) Balikpapan ini.

“Kita perlu berdayakan lahan-lahan kita ini. Itu yang kami coba insya Allah di Ahlus Shuffah,” ujar Pembina Agrobisnis dan Eduwisata Ahlus Shuffah Gunung Binjai ini di depan ratusan jamaah offline dan online hari itu, Ahad, 22 Ramadhan 1443H (24/04/2022).

Dalam menggarap lahan-lahan Hidayatullah itu, Satria menyarankan agar pesantren melibatkan peran serta para santrinya.

“Siapa yang mau mengerjakan? Kalau profesional mahal harganya, harus bayar orang. maka kita punya santri. Banyak pesantren sukses dari upaya santri,” ujarnya dalam diskusi bertema “Menguatkan Ekonomi Keumatan Menuju Hidayatullah Sejahtera, Mandiri, dan Berpengaruh 2030” itu.

Sebenarnya pelibatan santri dalam penggarapan lahan bukan hal aneh bagi Hidayatullah. Dari dulu hingga saat ini, proses pendidikan lapangan terus berkelanjutan, tentu dengan berbagai penyesuaian.* (SKR/MCU)

Baca juga: Diskusi Ramadhan: Kader Muda Gunung Tembak Menyongsong 1 Abad Hidayatullah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.