Ustadz Anwari Hambali Ajak Gunakan Umur & Tenaga untuk Menjaga Iman

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Murabbi Nasional Hidayatullah, Ustadz Anwari Hambali, menekankan pentingnya menggunakan umur dan tenaga untuk menjaga iman.

“Karunia Allah banyak dan bisa diklasifikasikan,” ujarnya dalam kajian selepas shalat Subuh pada rangkaian peserta Jambore Wilayah Sako Hidayatullah Jawa Barat di Kiara Payung Camp, Jatinangor, yang berlangsung baru-baru ini (21–22/10/2026).

Ustadz Anwari menjelaskan, setiap nikmat memiliki kedudukan berbeda.

Ia menempatkan kenikmatan dunia, termasuk harta dan kekuasaan, pada tingkatan paling rendah karena sifatnya terbatas dan sementara.

Untuk menggambarkan keterbatasan tersebut, ia mengingatkan bahwa kelak manusia menghadapi keadaan ketika kekayaan dan kekuasaan kehilangan daya guna. Segala yang menjadi kebanggaan selama hidup tidak lagi mampu menolong pemiliknya.

Nilai sebuah Nikmat

Selanjutnya, Ustadz Anwari menguraikan nikmat kehidupan. Ia mengajak peserta memperhatikan orang yang berjuang mempertahankan hidup di rumah sakit. Dalam keadaan demikian, seseorang bersedia mengorbankan hartanya demi memperoleh kesempatan hidup.

“Mereka rela melepas kekayaan demi hidup,” tuturnya.

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa manusia sering baru menyadari nilai sebuah nikmat ketika menghadapi kemungkinan kehilangannya.

Kekayaan yang selama ini menjadi tujuan pun rela seseorang lepaskan demi mempertahankan kehidupan.

Namun, Ustadz Anwari mengingatkan adanya karunia yang memberikan arah bagi kehidupan manusia.

“Nikmat paling berharga adalah Al-Qur’an,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak peserta menempatkan Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam berpikir dan bertindak.

Tidak Ikuti Hawa Nafsu

Ia pun memperingatkan bahaya menjadikan pengetahuan agama sebagai alat untuk mengejar keuntungan dunia.

Dalam pembahasan tersebut, Ustadz Anwari merujuk Surah Al-A’raf ayat 175–176. Ia mengingatkan umat Islam agar tetap berpegang pada petunjuk Allah dan tidak mengikuti hawa nafsu hingga kehilangan arah hidup.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki orientasi dalam mengejar kenikmatan. Sebagian orang memburu dunia hingga melupakan Allah.

Sementara itu, kehidupan yang lebih baik menuntut manusia mengarahkan karunia yang dimilikinya untuk memelihara iman. “Umurnya, tenaganya untuk menjaga iman,” pesannya.

Melalui kajian tersebut, Ustadz Anwari mengajak peserta jambore untuk menilai kembali tujuan hidup mereka. Harta dan kesempatan hidup perlu mengantarkan manusia semakin dekat kepada Allah, dengan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani keseharian.* (Herim/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *