Puluhan Santri Putri Sekolah-sekolah Kaltim Ikuti DMU Gabungan di Gunung Tembak

DMU Putri di Aula STIS Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan, pada Kamis – Ahad, 10–13 Dzulqaidah 1446 H (8–11/5/2025).* [Foto: Novita Sari/DP3/MCU]

Ummulqurahidayatullah.id– Daurah Marhalah Ula (DMU) Putri digelar selama empat hari, Kamis – Ahad, 10–13 Dzulqaidah 1446 H (8–11/5/2025), bertempat di Aula STIS Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan.

Kegiatan ini diikuti oleh 76 santri kelas XI tingkat SMA/sederajat dari berbagai satuan pendidikan. Yakni SMH Raadhiyatan Mardhiyyah Putri Gunung Tembak, SMA IT Kampung Timur, SMA Hidayatullah Penajam, dan SMA Hidayatullah Paser.

Dalam sambutannya, Ketua Departemen Pendidikan dan Pengkaderan Putri (DP3) Ummulqura, Ustadzah Irma, S.S., mengingatkan para peserta DMU harus memegang teguh profil santri hidayatullah.

Supaya, lanjutnya, para santri tetap satu tujuan dan mampu menjadi wasilah untuk membentuk pribadi yang militan dan tangguh serta dapat menebarkan kebaikan pada lingkungan sekitar termasuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ustadzah Irma berharap, DMU ini mampu menjadi spirit agar para santri bersungguh-sungguh dalam mengemban amanah sebagai hamba Allah dan khalifatullah di muka bumi.

Wadah Memperdalam Islam

Ketua Majelis Murabbiyah Wilayah (MMW) Hidayatullah Kaltim, Ustadzah Husnaini Halim, turut hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara DMU itu secara resmi.

“Kita harus senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan, bersyukur sebab ada DMU sebagai wadah untuk mengenal dan memperdalam Islam.

Kesempatan seperti ini sangatlah mahal, maka tidak boleh disia-siakan dan harus bersungguh-sungguh di dalamnya,” pesan Ustadzah Eni, sapaannya.

Ia juga menegaskan bahwa kejayaan Islam sangat bergantung pada generasinya.

“Islam ini akan jaya ketika generasinya mampu memahami dan mendalami bahwa Allah ialah sang pencipta yang memiliki kuasa atas seluruh yang ada di muka bumi, dan terjadi sebaliknya, Islam akan mundur ketika generasinya merasa asing dengan agamanya sendiri, dan tidak memperdalam Islam,” tegasnya, sebelum membuka acara.

Menjawab Rasa Penasaran

Salah seorang peserta, Dinda Aulia rahman, santri SMH Raadhiyatan Mardhiyyah Putri, mengungkapkan, ia mengikuti kegiatan ini untuk memahami lebih dalam makna-makna fundamental dalam Islam.

“Saya berharap dengan mengikuti acara DMU ini ke depannya dapat memahami serta mendalami berbagai macam ilmu, seperti landasan tauhid, makna ber-Qur’an, makna iqra’ dan urgensi sebuah syahadat.

Terutama saya ingin menjawab rasa penasaran mengapa Hidayatullah ini memakai landasan sistematika wahyu dalam segala aspek kehidupan, agar ketika sudah mampu memahami semua makna yang terkandung dalam 5 surah sistematika wahyu saya mampu dengan mantap mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Dinda.

Dengan semangat “sukses, berhalaqah, berprestasi, dan berbahagia”, DMU kali ini diharapkan menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi dan jati diri, untuk menjadi muslimah yang unggul dan berkarakter.* (Novita Sari/Media DP3 Ummulqura/MCU)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *