Awali 2026, Ketua YPPH Balikpapan Dr Arfan: Kerja Keras & Cerdas dengan SMT

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat – Jelang Ramadhan 1447 H, ratusan warga dan santri Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan menggelar shalat tahajjud serta shalat Shubuh berjamaah di Masjid Ar-Riyadh, Gunung Tembak, Kamis (1/1/2026) bertepatan dengan 12 Rajab 1447 H.
Shalat tahajud ini diimami oleh Ustadz Dr. Arfan, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan yang baru-baru ini dilantik.
Setelah itu, Dr Arfan didapuk untuk memberi motivasi sekaligus refleksi buat jamaah yang memadati lantai utama masjid yang terletak di bilangan Kel. Teritip, Kec. Balikpapan Timur itu.
“Alhamdulillah, istimewanya karena awal tahun (2026) ini kita awali dengan kebaikan. Bahkan tadi dibacakan SK Panitia Ramadhan, yang mengingatkan kita untuk memaksimalkan persiapan menjalani bulan mulia penuh kemenangan nanti,” ucap Dr Arfan mengawali.
Apa itu SMT?
Mengusung visi yang berkemajuan, ustadz yang diamanahi Dept. Sumber Daya Insani Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah periode lalu itu menegaskan tentang pentingnya bekerja secara keras sekaligus cerdas dalam mencapai target program.
“Paling tidak itu bisa dirangkai dengan narasi singkat, yaitu SMT. Ada yang tahu singkatan ini? Kalau santri bisa menjawab dapat hadiah nanti,” ucapnya sambil menarik perhatian para santri.
Huruf pertama S, jelasnya, adalah “Spritual”. Kekuatan ruhiyah disebutnya sebagai modal utama untuk menjaga keyakinan dan semangat di jalan dakwah ini.
Berikutnya ialah M yaitu “Man” dan “Money”. Dua hal ini dianggap Ustadz Arfan sebagai sesuatu yang beririsan dan saling menguatkan selalu.
Tak kalah pentingnya kemudian “Manajemen”. Bagaimanapun sumber daya manusia dan kekuatan modal yang dimiliki tak akan berarti jika tidak didukung oleh pengelolaan yang tepat.
“Dan terakhir (T) itu adalah ‘time’ atau kedisiplinan dan manajemen waktu,” ungkapnya secara singkat. “Tidak ada kesuksesan tanpa kedisiplinan,” lanjutnya berpesan kepada para santri.
“Serius tapi…”
Pantauan media @Uqreat, para santri dan jamaah tampak antusias mendengar pemaparan tersebut. Apalagi beberapa kali para santri diminta untuk mengulang secara interaktif apa yang sudah disampaikan oleh Ustadz Arfan, yang juga dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan.
“Mantap ketua kita ini, materinya serius, (tapi) mudah dipahami dan cair,” tulis seorang warga sambil memberi tiga jempol di grup obrolan, menanggapi penyampaian Ketua YPPH periode 2025-2030 itu.
Selanjutnya, acara kebersamaan di Masjid Ar-Riyadh itu juga dilengkapi dengan nasihat dari para sesepuh Hidayatullah yang diwakili oleh Ustadz Abdul Latif Usman (Ketua Pembina) dan Ustadz Amin Mahmud (Ketua Majelis Pembimbing) Hidayatullah Balikpapan.
Sebagai pamungkas, taujih pencerahan disampaikan oleh Rais Am Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad.
Sebelum bubar dari masjid, seluruh warga dan santri lalu diingatkan untuk kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar, sebagai awal positif untuk menyambut semangat kemajuan dan perubahan yang lebih baik di tahun 2026 mendatang.* (Abu Jaulah/@Uqreat/@Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments