Ketua Pembina YPPH Balikpapan Dorong Para Kader Hidayatullah Serius Berhalaqah

Ummulqurahidayatullah.id– Baru-baru ini, Ketua Pembina Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur menyampaikan “spill” kriteria kader yang dicetak melalui proses pendidikan dan pengkaderan di Hidayatullah Gunung Tembak, selama ini.
Hal itu disampaikan oleh Ustadz H. Amin Mahmud di hadapan ratusan warga, mahasiswa, dan seluruh jamaah yang berkumpul di Masjid Ar-Riyadh, Gunung Tembak.
Seperti diketahui, setiap hari Sabtu Shubuh adalah alamat seluruh murabbi dan mutarabbi se-Kec. Balikpapan Timur, Balikpapan menggelar “Halaqah Kader” pekanan.
Kader Ideal
Menurut Ustadz yang juga Majelis Penasihat Hidayatullah ini, kriteria kader yang ideal setidaknya tergambar dari sosok yang jalannya hebat, tegap, penuh semangat menatap masa depan yang cerah.
Adapun rintangan dan cobaan itu sudah pasti ada dalam kehidupan dunia. “Tapi bagi kader, itu tidak jadi masalah. Semuanya menjadi asupan untuk tambah kuat sebagai mujahid di jalan Allah,” tegasnya dengan suara yang terdengar tinggi, Sabtu, 12 Dzulqaidah 1446 H (10/5/2025).
Kader, lanjutnya, adalah imannya tidak diragukan. Tauhidnya tidak disangsikan, dan akidahnya layak diandalkan.
“Itu dibuktikan dengan satu sikap sekaligus modal kekuatan, namanya ketaatan. Kalau ada istilah harga mati, maka ini juga tidak bisa ditawar,” ucapnya penuh semangat.
“Hatta diperintahkan ke kutub utara atau kutub selatan, yang tidak ada makhluk kecuali binatang beruang kutub, kader Hidayatullah tetap tidak menolak,” tambahnya memberi ilustrasi yang terbilang esktrem soal ketaatan tersebut.
“Mati bagi orang beriman sesungguhnya hidup yang hakiki. Jangan katakan dan jangan menyangka yang sebaliknya,” ucapnya menerangkan beberapa ayat al-Qur’an tentang orang-orang yang syahid di jalan Allah.
Di sinilah, katanya, peran sekaligus kedudukan strategis hidup berjamaah dan kegiatan berhalaqah dalam mencetak kader tersebut.
“Jadi tolong diingat, kedudukan Kampus Induk dan Kampus Utama Hidayatullah menjadi pusat pengkaderan,” terang santri senior yang dididik langsung oleh almarhum Ustadz Abdullah Said (Pendiri Hidayatullah) sejak era 1970-an ini.
Kader Didorong Bersungguh-sungguh
Untuk itu, Ustadz Amin meminta agar setiap kader bersungguh-sungguh mengikuti seluruh aktifitas dan berjihad sekuat-kuatnya dalam menjalankan setiap amanah, khususnya kegiatan pembinaan kader di halaqah.
“Berjihadlah sekuat-kuatnya, jangan sampai tidak hadir (di halaqah). Kalau ada urusan pribadi atau urusan keluarga tolong diselesaikan (sebelumnya). Kecuali kalau betul-betul ada urusan yang tidak bisa ditunda, harus melapor dan izin ke murabbi,” tegasnya mewanti-wanti.
Terakhir, Ustadz Amin juga mengingatkan agar setiap kader senantiasa berupaya sungguh-sungguh meningkatkan keimanan dan meminta pertolongan kepada Allah melalui shalat Tahajjud dan ibadah nawafil lainnya.
“Sesungguhnya kekuatan iman inilah yang mendorong ketaatan,” pungkasnya.* (Abu Jaulah/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments