Jelang Munas VI, Pemimpin Umum Hidayatullah: Tanam Pohon, Itu Sedekah

Penanaman perdana pohon sawit di lahan perkebunan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Ahad, 3 Muharram 1447 H (29/6/2025) pagi.* [Foto: @SKRsyakur/@Ummulqurahidayatullah]

Ummulqurahidayatullah.id– Ada banyak alasan untuk menanam pohon atau merawat tanaman. Mulai dari hobi, hiburan di waktu senggang, hingga ingin mendapatkan penghasilan tambahan.

Rupanya Pemimpin Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, juga punya mindset tersendiri soal menanam. Apa itu? Niatkan bersedekah.

Menurutnya, Nabi telah mengajarkan begitu. Kalau seseorang menanam satu buah atau satu pohon, lalu dimakan oleh manusia atau binatang, itu jadi sedekah.

“Jadi itu spiritnya kalau saya menanam,” ucap Ustadz Abdurrahman yang memang dikenal hobi berkebun dan beternak ini.

Jelang Musyawarah Nasional (Munas) Hidayatullah 2025 yang juga mengusung tema lingkungan hijau, Ustadz Abdurrahman mengajak seluruh kader dan anggota Hidayatullah untuk menggiatkan gerakan ini.

“Pokoknya di mana-mana saya anjurkan menanam. Menanam saja, menanam. Karena bersedekah kita itu,” jelasnya di hadapan peserta Rapat Pleno Evaluasi dan Laporan Program Semester I YPPH Balikpapan di Gunung Tembak, Balikpapan, beberapa waktu lalu (19/7/2025).

“Saya tanam pokoknya apa aja. Dapat bibit kelapa, tanam kelapa. Ketemu batang singkong, ditanam juga. Bibit buah matoa saya tanam. Tanam elai juga, itu Alhamdulillah berbuah semua,” ucapnya penuh semangat.

Saking perhatiannya urusan tanam-menanam ini, tak segan ia melarang anak-anak dan keluarganya membuang biji buah yang dimakan.

“Pelihara nangka juga. Kadang bilang, jangan buang bijinya ya. Padahal saya tidak (terlalu) makan nangka. Baik buah nangka atau sayur nangka,” lanjutnya.

Didikan Ayah

Selain semangat bersedekah, kegemaran menanam pohon dan merawat lingkungan diakui sebagai hasil didikan ayahnya. Sejak kecil, almarhum H. Muhammad, ayahnya, mengajarinya hidup mandiri dan bekerja keras di kebun.

“Ayah saya yang ajari menanam. Kalau pulang (ke Sulawesi Selatan) langsung ke kebun saya,” ucapnya.

Di sana, Pemimpin Umum Hidayatullah juga menyebut punya kebun yang berisi pohon buah-buahan dan tanaman lainnya.

Diketahui, Kampus Induk Hidayatullah Balikpapan tengah menggencarkan program Hi-Farm yang fokus pada usaha peternakan sapi dan domba serta penanaman kelapa sawit.

Beberapa waktu lalu, juga diadakan penanaman bibit perdana kelapa sawit yang langsung dihadiri dan didoakan oleh Pemimpin Umum Hidayatullah.

“Nabi mengatakan, siapa yang menanam satu biji atau satu pohon, dan dimakan oleh manusia, dan dimakan oleh binatang atau burung-burung, maka menjadi shadaqah baginya,” terangnya tentang keutamaan menanam pohon dan menjaga lingkungan.

“Dengan ucapan ‘Bismillahirrahmanirrahim’ kita mulai menanam pohon ini,” ujarnya lantas memasukkan bibit pohon sawit ke dalam lubang yang telah dipersiapkan, Ahad, 3 Muharram 1447 H (29/6/2025) pagi itu.* (Abu Jaulah/Media Center @Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *