HiSuF, Mas Imam Nawawi Ajak Pelajar Hidayatullah Siapkan Diri Menjadi Pemimpin

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Ketua Departemen Rekrutmen DPP Hidayatullah, Ustadz Imam Nawawi, mengajak para pelajar Hidayatullah untuk memahami identitas mereka sebagai Muslim.

Menurutnya, identitas seorang pelajar tak berhenti pada nama atau status yang tertulis di kartu pelajar, tetapi berakar pada jati diri sebagai umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Sehingga, selaku umat Islam, para pelajar Hidayatullah harus mulai menyiapkan diri sebagai calon pemimpin kelak.

“Sejak sekarang kita perlu menyiapkan kapasitas diri untuk menjadi pemimpin di masa depan. Itulah identitas yang seharusnya tumbuh dalam diri seorang santri,” ujarnya.

Hal itu disampaikannya pada acara Hidayatullah Student Forum (HiSuF) wilayah Pekanbaru-Dumai belum lama ini. Sejumlah santri mengikuti hari pertama kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui Google Meet.

Berpikir Ilmiah

Imam, yang juga dikenal melalui media sosial dengan nama Mas Imam Nawawi, kemudian mengajak peserta membiasakan cara berpikir ilmiah.

Ia menilai, banyak persoalan umat dapat diurai jika generasi muda terbiasa membangun pendapat berdasarkan ilmu dan rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Setiap ungkapan yang kita tulis atau sampaikan harus memiliki dasar ilmu dan referensi yang valid. Itulah disiplin berpikir ilmiah yang perlu terus kita latih,” ujarnya.

HiSuF Perdana Pekanbaru-Dumai

Acara pada Rabu (9/9/2026) itu merupakan HiSuF perdana di Pekanbaru-Dumai. Meski berlangsung secara virtual, forum berjalan interaktif.

Para peserta aktif menyimak materi, berdiskusi, hingga mengajukan pertanyaan tentang peran dan masa depan mereka sebagai kader Hidayatullah.

Selain Imam Nawawi, hari pertama HiSuF menghadirkan sejumlah narasumber lain dari tingkat pusat.

Materi yang disampaikan mengajak peserta memahami sejarah dan identitas diri, menumbuhkan keberanian berpikir, dan semangat belajar.

Juga menumbuhkan kesadaran bahwa masa muda merupakan waktu terbaik untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin sekaligus pembangun peradaban.

Belajar dari Muhammad Al-Fatih

Ketua Departemen Perkaderan DPW Hidayatullah Riau, Ustadz Abdul Ja’far Shadiq, dalam sambutan pembukaan mengajak peserta belajar dari perjalanan Sultan Muhammad Al-Fatih.

Menurutnya, keberhasilan Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel tidak lahir secara tiba-tiba.

Diceritakan, sejak Al-Fatih kecil, gurunya telah menanamkan keyakinan bahwa sosok yang dimaksud dalam kabar gembira Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang penakluk Konstantinopel adalah dirinya sendiri.

Pendidikan semacam itulah yang, menurut Abdul Ja’far, membentuk keberanian berpikir dan bertindak hingga akhirnya mengubah arah sejarah dunia.

“Jangan pernah merasa terlalu muda untuk melakukan sesuatu yang besar. Justru masa muda adalah kesempatan terbaik memulai tindakan yang benar, positif, dan bernilai,” pesannya.

Ia pun mengingatkan kembali ungkapan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” sebagai gambaran besarnya potensi yang dimiliki generasi muda.

Cara Temukan Identitas Diri

Suasana forum semakin hidup ketika salah seorang santriwati, Zhafira, mengajukan pertanyaan tentang bagaimana menemukan identitas diri sebagai santri Hidayatullah.

Pertanyaan itu menjadi pintu masuk untuk membahas arah hidup seorang kader.

Menanggapi hal tersebut, Imam menjelaskan bahwa misi seorang santri tidak berhenti pada keberhasilan pribadi.

Lebih dari itu, setiap kader memikul amanah untuk ikut membangun peradaban melalui budaya membaca, menulis, berdakwah, serta membiasakan amalan-amalan utama yang terkandung dalam Surah Al-Muzzammil.

Sesi kedua kemudian dilanjutkan oleh Ketua Departemen Perkaderan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH), Beny Soleh, yang saat ini sedang menempuh studi di LIPIA Jakarta.

Rangkaian Hidayatullah Student Forum Pekanbaru-Dumai berlanjut pada Kamis (10/9/2026).

Pada hari kedua, peserta mengikuti materi yang disampaikan Wasekjen PP Pemuda Hidayatullah, Bang Refra, dan Kepala Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah, Fuadz Fahruddin.* (Herim/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *