DPW Hidayatullah Kaltim Sosialisasikan Konsep PIBT, Lahirkan 3 Rekomendasi

Sosialisasi Buku Konsep Pendidikan Integral Berbasis Tauhid (PIBT) di Aula Pertemuan Utama WKP, Gunung Tembak, Balikpapan, Sabtu-Ahad (3-4/10/2026).* [Foto: Istimewa/Uqreat]

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Departemen Pendidikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Timur mengadakan kegiatan Sosialisasi Buku Konsep Pendidikan Integral Berbasis Tauhid (PIBT) di Aula Pertemuan Utama WKP, Gunung Tembak, Balikpapan awal bulan ini.

Acara yang difasilitasi oleh Kampus Induk Hidayatullah Balikpapan ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari Kepala Dept. Pendidikan DPD Hidayatullah dan Ketua Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah (LPIH) dari Kampus-kampus Madya dan Pratama se- Kalimantan Timur.

Dalam sambutan, Ketua Dept. Pendidikan DPW Hidayatullah Kaltim Ustadz Sirajuddin, M.Pd. mengatakan, sinergi kegiatan di Gunung Tembak tak lain sebagai upaya menyerap dan charge spirit berjuang di Kampus Induk.

“Teman-teman daerah butuh mengambil spirit pendidikan di Hidayatullah Gunung Tembak sebagai akar perjuangan dan kiblat pengkaderan Hidayatullah hingga sekarang,” ucap Ustadz Sirajuddin pada acara yang digelar dua hari itu, Sabtu – Ahad (3-4/10/2026).

Ideologi Faktor Utama

Senada, Ketua DPW Hidayatullah Kaltim juga memberi apresiasi dan dukungan atas upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui konsep PIBT.

Menurutnya, ideologi atau idealisme menjadi faktor utama dalam membangun peradaban.

“Ideologi adalah faktor utama membangun peradaban selain lingkungan dan manusia itu sendiri, dan itulah pentingnya PIBT mengisi ruang-ruang tersebut,” terang H. Hizbullah AS, Ketua DPW Hidayatullah Kaltim.

Ketua DPW Hidayatullah Kaltim Ustadz Hisbullah Abdullah Said (kiri) dan Rais Am Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad pada acara sosialisasi Konsep PIBT.* [Foto: Istimewa/Uqreat]

Menurutnya, teknologi boleh saja mempercepat kesejahteraan manusia dibanding era sebelumnya. Bahkan ada orang tertentu yang memiliki kekayaan setara dengan kekayaan satu negara.

“Tapi, ini tidak memiliki makna kalau tidak diiringi khasyatullah (rasa takut kepada Allah). Seorang murabbi atau guru harus menjadi teladan, memberi adab, ini tidak bisa dibangun dengan pengetahuan saja. Tapi berdasar khasyatullah,” lanjutnya.

Rekomendasi

Selanjutnya, selain sosialisasi Konsep PIBT, forum tersebut juga melahirkan sejumlah rekomendasi untuk peningkatan kualitas pendidikan.

Pertama, mendorong sosialisasi secara berkala dan berjenjang kepada segenap stakeholder pendidikan untuk memastikan visi misi pendidikan Hidayatullah terpahami dengan baik secara menyeluruh.

Kedua, meminta seluruh SDI pendidikan untuk fokus dengan amanah mendidik generasi pelanjut perjuangan Islam.

Ketiga, tertib administrasi yang lebih baik dan mendukung sentralisasi pengelolaan keuangan pendidikan.

Disyukuri, kegiatan sosialisasi konsep PIBT wilayah Kalimantan Timur ini terbilang istimewa. Karena Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc. dan Rais Am Hidayatullah, KH. Abdurrahman Muhammad berkenan membersamai dan memberikan taujih kepada peserta, masing-masing di acara pembukaan dan penutupan acara. Barakallahu fihim.* (Abu Jaulah/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *