Cerita dari Penjelajahan Kampus Gunung Tembak Para Pramuka Hidayatullah se-Indonesia

Peserta ISCH III Putra melakukan penjelajahan kampus di Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Sabtu (23/8/2025) pagi.* [Foto: Azzam/Media ISCH III/Hidayatullah Jogja]

Ummulqurahidayatullah.id– Kondisi geografis Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Kota Balikpapan, memiliki keistimewaan tersendiri.

Luasnya yang ratusan hektare hingga wilayahnya yang sebagian perbukitan serta dipenuhi pepohonan, sungguh menarik dijelajahi.

Begitulah di antara yang menjadi pemandangan seru pada Perkemahan Nasional Pramuka Islam III Hidayatullah (The 3rd National Islamic Scout Camp of Hidayatullah) atau disebut ISCH III.

Tepatnya pada kegiatan “Jelajah Kampus”, salah satu agenda yang paling ditunggu oleh para peserta putra maupun putri.

Peserta Pramuka yang didominasi tingkat Penggalang dari sekolah-sekolah Hidayatullah se-Indonesia itu berkesempatan menapak tilas langsung dari akar sejarah di Gunung Tembak, tempat pertama kali Pondok Pesantren Hidayatullah dirintis dan didirikan puluhan tahun silam.

Pagi itu, Sabtu (23/8/2025), bersama panitia dan puluhan bina damping, peserta Jambore Nasional (Jamnas) Satuan Komunitas Pramuka Hidayatullah lalu menyusur sudut-sudut kampus Hidayatullah Gunung Tembak. Berjalan kaki sembari menikmati udara segar kampus yang dipadati oleh pepohonan rindang.

Ziarah Makam KH Abdullah Said

Pada sesi pertama adalah peserta putri. Dengan rute dari Kampus Putri, melintasi sisi utara Masjid Ar-Riyadh, lalu mereka berziarah ke makam Pendiri Hidayatullah KH Abdullah Said secara bergantian.

Usai berdoa, mereka lanjut menyusuri tepian danau, lalu menuju ke pemukiman warga di sisi timur kampus, kemudian kembali lagi ke danau dan masuk ke area putri lewat pintu gerbang timur.

Sembari menjelajahi kampus, para peserta juga melakukan operasi semut. Membersihkan lingkungan yang dilewati. Sebagian membawa kantung plastic untuk menyimpan sampah-sampah yang dipungut sepanjang penjelajahan.

Putra-putri Dipisahkan

Usai putri, lanjut putra yang melakukan Jelajah Kampus. Dengan outfit seragam pandu serta kaos ISCH, peserta lalu berbaris dan berjajar rapi, membentang hingga mencapai ratusan meter.

Pantauan awak Media ISCH III, sesekali peserta saling menyemangati dengan meneriakkan yel-yel Pramuka Hidayatullah yang diikuti oleh lainnya.

Rute putra agak berbeda dan terpisah dengan putri. Para peserta putra bergerak ke arah utara kampus lalu keluar ke Jl Mulawarman tembus gerbang utama kampus di sisi barat.

Peserta ISCH III Putri melakukan penjelajahan kampus di Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Sabtu (23/8/2025) pagi.* [Foto: Azzam/Media ISCH III/Hidayatullah Jogja]

“Luas Sekali”

Tak hanya sekadar melihat tapak-tapak sejarah Hidayatullah Pusat, mereka juga mendapat wawasan dan edukasi penting serta transformasi nilai tentang sebuah cita-cita besar membangun peradaban Islam yang digagas oleh Ustadz Abdullah Said, sang Pendiri Hidayatullah.

“Alhamdulillah, semangat kakak,” ucap Yusuf singkat, santri kelahiran Makassar yang kini menempuh pendidikan di Yogyakarta.

“MasyaAllah, ternyata kampus Gunung Tembak ini luas sekali ya,” imbuh Afifah, bina damping rombongan santri dari Solo, Jawa Tengah.

Usai berkeliling kampus, sebagian peserta terpantau mengambil momen untuk berziarah ke makam Pendiri Hidayatullah.

Diketahui, kampus Hidayatullah Gunung Tembak mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah Jamnas III Sako Pramuka Hidayatullah (21-24/8/2025).

Sebagai komitmen, panitia kali ini mengusung sejumlah tema strategis terkait pendidikan dan pengkaderan santri Hidayatullah, sebagai kontribusi nyata Hidayatullah mewujudkan generasi emas Indonesia.

Transformasi Idealisme

Untuk itu, arena Jamnas tak hanya membatasi kegiatan dengan lomba-lomba giat pramuka saja, tetapi juga dipadati dengan kegiatan transformasi idealisme perjuangan dakwah serta nilai-nilai dan kultur Islam lainnya.

Mulai dari kewajiban shalat berjamaah di masjid, shalat tahajjud, tilawah al-Qur’an, dzikir atau wirid pagi petang, hingga imbauan infak yang memang sudah menyatu dalam Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH).

“Kita berharap, seluruh peserta semakin tercerahkan dengan GNH ini sebagai modal dasar menjadi pemimpin berkarakter,” ungkap Kak Abdul Malik, Ketua Panitia Pelaksana ISCH, dalam kesempatan terpisah.* (Abu Jaulah/SKR/Media ISCH III/@Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *