Ustadzah Ummi Latifah Berpulang, Sosok Mujahidah dan “Khadijah” Masa Kini

Makam Ustadzah Ummi Latifah di TPU Gunung Tembak 1, Teritip, samping Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, sesaat setelah dimakamkan, Rabu malam (9/9/2026).* [Foto: SKR/@Uqreat]

Oleh: Mujtahidah*

Ummulqurahidayatullah.id | @UqreatInnalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka menyelimuti keluarga besar Hidayatullah.

Ustadzah Ummi Latifah, Pembimbing Muslimat Hidayatullah Balikpapan sekaligus istri Ustadz Anwari Hambali (Pembimbing Kampus Induk Hidayatullah dan Murabbi Nasional Hidayatullah), wafat pada Rabu, 27 Rabiul Awwal 1448 H (9/9/2026) di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo saat azan Zhuhur di Kota Balikpapan.

Gigih Berdakwah

Semasa aktif berdakwah, Ummi Latifah dikenal sebagai sosok mujahidah dan daiyah yang gigih. Sebagai bagian dari KDM (Korps Daiyah Muslimat Hidayatullah), almarhumah semasa hidup rutin bersama para daiyah mengisi majelis-majelis taklim di tengah masyarakat.

Jauh sebelumnya, Ummi Latifah juga pernah menjadi pembimbing Asrama Putri, sehingga sosoknya dikenal oleh banyak generasi santri.

Sejak kami masih kecil, kami telah mendengar kisah-kisah tentang perjuangan Ummi Latifah. Beliau dikenang sebagai sosok perempuan yang tangguh.

Pada masa ketika pakaian Muslimah yang syar’i, terutama jilbab-jilbab panjang, masih sangat jarang diperjualbelikan, beliau telah lebih dahulu mengambil peran dengan berdagang pakaian syar’i.

Salah seorang santri yang mengenal beliau dan kini berdomisili di Berau, Kalimantan Timur, mengenang bagaimana aktivitas berdagang tersebut menjadi bagian dari perjuangan dakwah Ummi Latifah.

“Dulu, Ummi Latifah itu sudah berdagang pakaian-pakaian syar’i, termasuk jilbab-jilbab panjang yang waktu itu belum banyak orang menjualnya. Bagi kami, beliau bukan sekadar berdagang. Apa yang beliau lakukan itu juga bagian dari dakwah, mengenalkan pakaian Muslimah kepada masyarakat sekaligus membantu menopang perjuangan dakwah bersama suaminya,” tuturnya.

Dari ketekunan berdagang dan kegigihan berdakwah itulah, bagi orang-orang yang mengenal perjuangan beliau pada masa itu, sosoknya terasa seperti “Khadijah masa kini” -seorang perempuan yang dengan apa yang dimilikinya turut mengambil bagian dalam perjuangan dakwah.

Ustadz Anwari Hambali (istri Ustadzah Ummi Latifah) bersama Rais Am Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad (kanan) di rumah duka di Gang Darussalam, Gunung Tembak, Teritip, samping Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Rabu sore (9/9/2026) beberapa saat setelah Ummi Latifah wafat.* [Foto: SKR/@Uqreat]

Tegar dalam Ujian

Ketangguhan Ummi Latifah tidak hanya terlihat dalam dakwah dan perjuangannya.

Beliau juga dikenal sebagai sosok ibu yang tegar ketika harus kehilangan beberapa orang anaknya yang berpulang di usia yang masih muda.

Dalam duka yang tidak ringan itu, beliau tetap menunjukkan keteguhan dan kesabaran yang begitu membekas bagi orang-orang yang mengenalnya.

Bertahun-tahun kemudian, beliau diuji dengan sakit hingga lebih banyak menghabiskan waktu dalam keadaan terbaring di rumah.

Meski tidak lagi seaktif dahulu dalam berdakwah, jejak perjuangan yang pernah beliau torehkan telah lebih dahulu tertanam di tengah masyarakat dan di hati orang-orang yang pernah mengenalnya.

Harapan Keluarga

Jenazah Ummi Latifah dishalatkan di Masjid Ar-Riyadh pada Rabu malam bakda isya. Diimami oleh Ustadz Amin Mahmud, dengan beratus-ratus makmum jamaah termasuk kerabat serta putra-putra beliau.

Ustadz Anwari dalam penyampaiannya sebelum shalat jenazah berharap, agar seluruh jamaah maupun masyarakat umum yang punya utang-piutang dengan almarhumah, segera menghubungi pihak keluarga. “Mohon dibantu untuk diselesaikan,” ujar Ustadz Anwari Hambali.

Shalat jenazah untuk almarhumah Ustadzah Ummi Latifah di Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak, Teritip, samping Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Rabu malam (9/9/2026).* [Foto: SKR/@Uqreat]

Kemudian, Ummi Latifah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Tembak 1, Teritip, tepat di samping Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau, menerima seluruh amal dan perjuangannya, melapangkan kuburnya, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta mengumpulkan beliau bersama para syuhada dan orang-orang shalih. Aamiin.*

  • Penulis adalah Sekretaris PW Muslimat Hidayatullah Kaltim

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *