Ketika Santri Kelas 6 MIRAMA Putra Belajar IPAS dengan Bekal Makanan

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat— Ada yang berbeda dalam pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam & Sosial) di kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MIRAMA) Putra, Kamis (3/9/2026).

Jika biasanya belajar dilakukan dengan buku dan papan tulis, kali ini kotak bekal dari rumah menjadi “laboratorium” sederhana bagi para santri.

Dengan membawa makanan yang telah disiapkan orang tua, para santri diajak untuk mengamati, mengidentifikasi, dan menganalisis kandungan protein serta gizi dari makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.

Suasana kelas pun berubah menjadi lebih hidup. Para santri tampak antusias mengamati bekal masing-masing, berdiskusi dengan teman, hingga mencoba memahami apakah makanan yang mereka bawa sudah memenuhi kebutuhan gizi tubuh.

Wali Kelas 6, Ustadz Jalaluddin, mengatakan pembelajaran seperti ini menjadi cara untuk membuat materi IPAS lebih dekat dengan kehidupan santri.

“Anak-anak akan lebih mudah memahami pelajaran ketika mereka melihat dan mengalaminya secara langsung. Hari ini mereka tidak hanya belajar tentang protein dan gizi, tetapi belajar dari makanan yang setiap hari mereka konsumsi,” ujarnya.

Peran Orang Tua

Menurutnya, pembelajaran tersebut juga tidak lepas dari peran orang tua di rumah.

“Ini adalah bentuk kerja sama yang sederhana tetapi bermakna. Orang tua menyiapkan bekal terbaik, kemudian di madrasah anak-anak belajar memahami apa yang ada di dalam bekalnya. Jadi pendidikan tentang kesehatan tidak berhenti di kelas, tetapi dimulai dari rumah,” tambahnya.

Pembelajaran ini menjadi pengingat bahwa belajar tidak selalu harus dengan cara yang rumit. Dari sebuah kotak bekal sederhana, santri dapat belajar tentang ilmu pengetahuan, kesehatan, pola makan, sekaligus membangun kesadaran untuk lebih bijak memilih makanan.* (Abana/Media MIRAMA Putra/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *