Halaqah Episentrum Perkaderan Harus Terus Dikuatkan

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Halaqah kembali ditegaskan sebagai jantung perkaderan Hidayatullah dalam forum Koordinasi Perkaderan se-Indonesia yang digelar secara daring, Rabu (9/9/2026).

Forum yang dipimpin Ketua Bidang Perkaderan DPP Hidayatullah, Ustadz Dr. Abdul Ghofar Hadi, itu menjadi ruang berbagi pengalaman antarwilayah sekaligus memperkuat arah pembinaan kader di seluruh Indonesia.

Pada pertemuan kali ini, Jawa Timur mendapat kesempatan pertama untuk berbagi praktik baik dengan mengangkat tema “Halaqah Episentrum Perkaderan”.

Pilihan tersebut bukan semata karena besarnya wilayah organisasi, melainkan karena Jawa Timur dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan halaqah yang berjalan tertata, mulai dari pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut pembinaannya.

“Ruang ini adalah tempat kita bertukar informasi, saling menguatkan, dan berbagi pengalaman.

Ke depan, wilayah lain juga akan mendapat kesempatan untuk membagikan kekuatan masing-masing,” ujar Ustadz Abdul Ghofar Hadi.

Dalam pemaparannya, Ketua Departemen Perkaderan Jawa Timur, Ustadz Abdullah Ridho menegaskan bahwa kekuatan perkaderan bertumpu pada halaqah, sementara kualitas halaqah sangat ditentukan oleh murabbi.

“Hakikat perkaderan itu halaqah. Dan halaqah sangat bergantung pada murabbi,” ungkapnya.

Berangkat dari keyakinan tersebut, Hidayatullah Jawa Timur membentuk Majelis Murabbi Wilayah (MMW) sebagai wadah penguatan kapasitas para murabbi.

“Forum ini menjadi ruang belajar bersama, pendalaman materi, evaluasi halaqah, sekaligus pembinaan regenerasi murabbi yang dibimbing langsung oleh perintis Hidayatullah Jawa Timur, Ustadz Abdurrahman,” imbuh Ridho.

MMW diselenggarakan setiap dua bulan sekali selama dua hari, mulai Sabtu sore hingga Ahad siang. Seusai mengikuti MMW, para murabbi kembali ke enam rayon yang tersebar di Jawa Timur untuk melanjutkan pembinaan. Mereka didampingi para asisten murabbi agar proses pendampingan di daerah berlangsung lebih efektif.

Peningkatan Pendalaman Al-Qur’an

Materi yang dipelajari tidak hanya memperdalam tafsir, seperti Tafsir As-Sa’di mulai Surah Al-‘Alaq hingga Al-Fatihah dan Juz Amma, tetapi juga mengkaji karya-karya Izzat Darwazah, membahas isu-isu kontemporer, serta melakukan evaluasi dan pemecahan persoalan yang dihadapi halaqah di masing-masing daerah.

Sementara itu, Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Jawa Timur, Ustadz Juweni menjelaskan bahwa gagasan MMW telah dirintis sekitar lima tahun lalu.

Tujuannya sederhana, namun sangat mendasar, yakni menjaga kesinambungan ilmu dan semangat perkaderan agar tetap tersambung dari generasi ke generasi.

“Kami ingin spirit dan ilmu perkaderan itu nyambung, sanadnya juga nyambung. Karena murabbi harus terus belajar. Semangat menuntut ilmu itu tidak boleh berhenti. Ketika murabbi terus bertumbuh, mutarabbi pun akan mengikuti dan meneladaninya,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa MMW saat ini diikuti sekitar 25 murabbi, sebagian di antaranya merupakan pengurus tingkat pusat.

Dari forum tersebut, pembinaan kemudian diteruskan kepada sekitar 50 murabbi wustha yang tersebar di enam rayon dan membina 38 DPD Hidayatullah se-Jawa Timur.

Tantangan untuk Indonesia Timur

Diskusi dalam koordinasi nasional itu juga menyinggung tantangan yang dihadapi beberapa wilayah di Indonesia Timur yang masih mengalami keterbatasan sumber daya manusia.

Namun, forum menggarisbawahi bahwa halaqah tidak seharusnya menunggu banyaknya kader untuk berjalan. Sebaliknya, halaqah yang hidup justru menjadi tempat lahirnya kader-kader baru.

Melalui forum yang dimoderatori Kadep Rekrutmen DPP Hidayatullah, Ustadz Imam Nawawi itu semangat untuk menguatkan murabbi sekaligus menghidupkan halaqah kembali ditegaskan sebagai fondasi utama perkaderan.

“Sebab, dari halaqah yang terjaga, akan lahir kader-kader yang memiliki kedalaman ilmu, kematangan ruhiyah, serta kesiapan melanjutkan estafet perjuangan dakwah,” tutur Imam Nawawi sebelum secara resmi menutup forum pekanan itu tepat pada pukul 07.01 WIB.* (Herim/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *