Ustadz Husain Kallado: Mendapatkan Hidayah Allah Kekayaan Termahal

Ustadz Husain Kallado (kiri) menyampaikan nasihat dalam rapat rutin pekanan pengurus YPPH Balikpapan di Gunung Tembak, Balikpapan, Senin pagi (14/06/2021).* [Foto: SKR/MCU]

Ummulqurahidayatullah.id– Bagi orang beriman, petunjuk Allah adalah sesuatu yang perlu dimujahadahkan sekaligus dimunajatkan.

Olehnya, ber-Hidayatullah atau orang yang mendapat hidayah adalah kekayaan termahal bagi orang beriman. Sebab mereka telah menjadi manusia pilihan Allah dalam menerima petunjuk tersebut.

Demikian taujih dan motivasi dari Ustadz Husain Kallado, pembimbing atau kader senior Hidayatullah Kampus Induk Balikpapan. Penguatan itu disampaikan dengan nada khas suara lantang di satu kesempatan Shubuh di Masjid Ar-Riyadh, Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Menurutnya, sekurangnya secara historis, kekayaan termahal itu terlihat dari komitmen dan pengorbanan para pendiri dan perintis Hidayatullah sebagai generasi awal dahulu. Tak sedikit yang rela menukar hidup mapan dan pekerjaan tetap mereka dan memilih berhijrah ke Gunung Tembak.

“Ada yang tinggalkan status pegawai negeri mereka. Ada juga yang menjual hartanya agar bisa datang bergabung ke kampus-kampus Hidayatullah,” ucap Ustadz Husain Kallado, anggota Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan, Sabtu (4/1/2025).

Guru senior Madrasah Aliyah Raadhiyatan Mardhiyyah Putra tersebut lalu menerangkan lebih jauh tentang mahalnya nikmat hidayah Allah.

Menurutnya, kesyukuran tak terhingga karena Pesantren Hidayatullah tak henti memikirkan dan membuat metode agar iman yang sudah ada tetap bisa terpelihara.

“Faktanya, iman itu harus dengan perjuangan melawan perasaaan, bisikan, dan godaan yang ada,” lanjutnya dengan suara lantang. Ia sendiri menyebut pengkondisian kegiatan dan lingkungan Islami dengan istilah “vitamin spiritual”.

“Di tempat ini setiap kegiatan yang diadakan selama 24 jam merupakan vitamin spritual yang kita perlukan. Dan rasakan di sana ada ketenangan, ada kebahagiaan, ada kemerdekaan, dan ada kekayaan,” ucap ustadz yang bergabung Hidayatullah sejak tahun 1982 silam ini.

Bicara tentang pentingnya shalat lima waktu berjamaah di masjid, dai kelahiran Sidrap, Sualwesi Selatan itu rupanya punya kenangan yang membekas di masa hidup KH Abdullah Said, Pendiri Hidayatullah.

Pentingnya Kesabaran & Doa

Satu Ketika, dalam kisahnya, ada seorang oknum warga Hidayatullah yang didapati tak menunaikan shalat berjamaah di masjid kampus Hidayatullah Karang Bugis Balikpapan. Singkat kata, ia lalu dipanggil menghadap oleh KH Abdullah Said Rahimahullah.

Setibanya, dengan tegas KH Abdullah Said balik bertanya, kenapa kamu datang? (Giliran) Allah yang panggil, kamu tidak datang (ke masjid untuk shalat berjamaah).

“Begitu urgennya panggilan Allah dan shalat berjamaah itu,” tegasnya menuturkan percakapan dalam kisah di atas.

Terakhir, Ustadz Husain mengingatkan pula tentang pentingnya kesabaran dan doa dalam merawat komitmen keimanan dan keislaman. Semangat dan tenaga saja tak cukup untuk melawan bisikan dan godaan perasaan jika tidak diiringi dengan kesabaran menjalaninya.

“Jika tidak sabar melawan dengan sekuat tenaga, sekuat upaya dan sekuat doa, sudah barang tentu bahwa kita akan gagal mencicipi nilai yang akan diberikan oleh Allah,” ungkapnya.

“Memang sabar mengikuti semua kegiatan adalah hal yang sangat kita perlukan. Kita membutuhkan keterlibatan Allah setiap saat dalam menuntun pendengaran, penglihatan , hingga nasib kita kelak,” pungkasnya.* (Abu Jaulah/Media Center @ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *