Ustadz Hamzah Akbar Kuatkan Nilai & Visi Menuju Munas VI Hidayatullah 2025

Ummulqurahidayatullah.id– Menuju Munas VI Hidayatullah beberapa waktu mendatang, nilai-nilai keislaman dan kelembagaan serta visi Hidayatullah “Membangun Peradaban Islam” terus dikuatkan.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Ustadz Hamzah Akbar, menggarisbawahi pentingnya transformasi dan kaderisasi dalam membangun generasi penerus yang tangguh untuk menghadapi tantangan masa depan.
Ustadz Hamzah menegaskan, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak bukan sekadar sebuah institusi pendidikan, melainkan lembaga perjuangan.
Dalam sejarahnya, kaderisasi yang dirintis KH Abdullah Said telah menjadi pilar regenerasi —atau rejuvenasi, sebagaimana ia menyebutnya. Proses kaderisasi ini dianggap sebagai fondasi utama bagi keberlanjutan nilai-nilai dan visi Hidayatullah di masa mendatang.
“Generasi muda saat ini sudah sangat pandai dalam literasi dan penguasaan keterampilan, terutama dalam penggunaan alat komunikasi modern. Namun, tugas kita adalah mengarahkan dan mengendalikan agar mereka tetap berpijak pada nilai-nilai yang kokoh,” ujar Ustadz Hamzah pada talk show bertema “Sukseskan Munas Hidayatullah 2025” di Gunung Tembak, beberapa Waktu lalu.
Transformasi Kunci Utama
Ustadz Hamzah mengingatkan, transformasi menjadi kunci utama dalam melahirkan kader yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga visioner.
Transformasi, lanjutnya, adalah aspek yang hidup di Gunung Tembak.
Pendekatan ini meniscayakan kolaborasi kultur yang telah terbentuk dengan semangat memperkuat visi yang terus dibumikan secara transformatif.
“Nilai-nilai harus menjadi basis literasi dan kemajuan metode berpikir, sehingga santri dapat meninggalkan Gunung Tembak (saat ditugaskan keluar daerah) sebagai seorang ideolog yang memberi pengaruh positif di mana pun mereka berada,” tambahnya, Ahad, 14 Syawal (13/4/2025).
Selain itu, Ustadz Hamzah mengingatkan bahwa proses kaderisasi membutuhkan kesabaran dan istiqamah dalam membangun paradigma.
Fokus pada hal-hal bersifat individualis dapat menghilangkan visi besar dan semangat kolektivitas gerakan.
Oleh karena itu, transformasi dan penguatan paradigma menjadi kebutuhan yang mendesak untuk memastikan keberlanjutan misi besar Hidayatullah.
Persiapan Munas VI Hidayatullah
Diketahui, Insya Allah, Musyawarah Nasional (Munas) Hidayatullah, agenda lima tahunan yang telah berlangsung sejak organisasi ini resmi menjadi ormas pada tahun 2000, akan digelar untuk keenam kalinya.
Munas ke-6 ini rencananya akan digelar di Jakarta, dengan harapan menghadirkan Presiden, para menteri, serta tokoh-tokoh nasional sebagai bagian dari dukungan terhadap visi besar Hidayatullah.
Secara teknis, persiapan telah berjalan matang. Panitia yang terdiri dari seluruh kader di Jakarta telah dibentuk, didukung oleh Badan Pekerja Munas yang telah bekerja intens selama lima bulan terakhir.* (Herim/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments