Sekolah Orang Tua HiFest 2025: Keteladanan dan Hijrah Kunci Pendidikan Anak

Ummulqurahidayatullah.id– Dalam rangkaian acara Hidayatullah Life Fest (HiFest) 2025, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Balikpapan bekerja sama dengan Pemhida dan Mushida menggelar kegiatan Sekolah Orang Tua.
Acara ini diselenggarakan di kawasan Graha Dhomber, Balikpapan, Sabtu, 25 Dzulhijjah 1446 H (21/6/2025) pagi.
Mengusung tema “Dengan keteladanan Kita Mendidik, dengan Hijrah Kita Bergerak”, acara ini menghadirkan dua pemateri: Ustadz Kholis Mukhlis, Lc. dan Ustadz Dinul Haq, Lc., serta dimoderatori oleh Ustadz Waizul Umam.
Orang Tua Kawal Adab Anak
Dalam paparannya, Ustadz Kholis Mukhlis menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawal proses pendidikan anak, khususnya dalam aspek adab dan akhlak.
Ia mengutip hadits, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah…,” bahwa fitrah yang dimaksud adalah fitrah tauhid yang mendorong anak untuk cenderung pada hal-hal positif.
“Posisi orang tua sangat strategis sebagai pembentuk karakter dan adab anak. Tidak ada pemberian terbaik selain akhlak yang mulia,” ujarnya, mengutip hadits riwayat Tirmidzi.
Teladan Orang Tua
Ia juga menegaskan bahwa hijrah adalah keharusan sebagai bentuk perubahan diri menuju kebaikan.
“Allah mengisahkan tentang Nabi Nuh agar kita paham bahwa realita kehidupan bisa saja berbeda antara orang tua yang saleh dan anak-anaknya. Namun jika anak dibekali dengan ta’dib yang kuat, ke mana pun dia pergi, dia akan kembali.”
Mengutip Imam Al-Ghazali, ia mengingatkan, mendidik anak adalah amanah besar karena hati anak seperti kanvas kosong yang bisa dibentuk sesuai arah orang tua.
Ustadz Kholish menutup dengan pesan bahwa keteladanan adalah kunci keberhasilan pendidikan anak.
“Kalau teori cukup untuk mendidik, maka tak perlu ada Nabi. Tapi karena esensi dari pendidikan adalah keteladanan, maka kita sebagai guru dan orang tua harus menjadi contoh,” pungkasnya.

Prinsip dari Al-Qur’an
Sementara itu, Ustadz Dinul Haq menanggapi pertanyaan seputar tantangan zaman dengan menegaskan bahwa nilai dan prinsip dalam Al-Qur’an adalah pedoman abadi.
“Tidak usah risau dengan zaman. Warisan prinsip dalam Al-Qur’an akan selalu relevan. Ajarkan anak-anak kita Al-Qur’an, karena ia akan mengajarkan seluruh disiplin ilmu kepada mereka,” tegasnya.
Ia menyayangkan masih adanya orang tua yang lebih sedih ketika anaknya tidak menguasai disiplin ilmu lain namun abai ketika anak tidak memahami Al-Qur’an.
“AI secanggih apapun tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah seperti yang diajarkan oleh Al-Qur’an,” tambahnya.
Moderator acara, Ustadz Waizul Umam, turut menambahkan refleksi dengan mengutip cerita Ustadz Baharun Musaddad yang pernah berkata, “Di Sudan, orang tua tak khawatir soal cita-cita anak, tapi khawatir jika anak belum hafal Qur’an sebelum masuk Sekolah”.
Hijrah Spiritual Keluarga
Dalam sesi tanya jawab, Ustadz Kholis kembali menekankan bahwa hijrah spiritual dalam keluarga sangat penting untuk terus meningkatkan kualitas jiwa. Ia menyebut bahwa ketaqwaan adalah kendaraan untuk meraih ampunan Allah.
“Taqwa itu bukan tujuan akhir, tapi fasilitas untuk mencapai maghfirah. Cukup dengan iman dan menjalankan apa yang diimani, seseorang sudah bisa dikatakan bertakwa,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi para orang tua untuk kembali menyadari tanggung jawab besar dalam mendidik generasi, terutama dengan memberi teladan nyata dalam keseharian serta menguatkan spiritualitas dalam keluarga.* (Itha/Mushida/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments