Sekolah Lapang Hilal, Kolaborasi BMKG Balikpapan – STIS Hidayatullah di Gunung Tembak

Suasana Sekolah Lapang Hilal (SLH) kerja sama BMKG Balikpapan – STIS Hidayatullah di rooftop Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak, Ponpes Hidayatullah, Kamis, 30 Dzulhijjah 1446 H (26/6/2025).* [Foto: @SKRsyakur/@Ummulqurahidayatullah]

Ummulqurahidayatullah.id– Berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geosifisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Kota Balikpapan, Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Hidayatullah mengadakan Sekolah Lapang Hilal (SLH) Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, beberapa waktu lalu.

Acara diikuti oleh seratus mahasiswa STIS dan digelar untuk edukasi penentuan awal bulan serta praktik standar penetapan hilal.

Kegiatan terdiri dari dua sesi. Sesi materi disampaikan pihak BMKG Balikpapan di Aula Prasmanan. Sedangkan sesi praktik dilakukan di rooftop Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak.

Penjelasan Hilal

“Apa itu hilal? Hilal ialah bulan sabit pertama yang diamati di permukaan bumi setelah konjungsi dan matahari terbenam,” ucap deputi BMKG Balikpapan, Himawan Widiyanto S.Si., M,Si. saat memberi materi tentang hilal.

Menurut Himawan, penentuan hilal atau hitungan bulan Hijriah penting diketahui oleh umat Islam karena terkait dengan sejumlah ibadah dalam ajaran agama.

Kegiatan yang berlangsung pagi hingga sore hari tersebut tampak diikuti secara antusias oleh mahasiswa.

Sejumlah pertanyaan dan tanggapan diberikan dalam sesi diskusi interaktif. Selain itu mahasiswa juga diajari menghitung dalam teori penetapan hilal tersebut.

Selanjutnya untuk sesi praktik, tim BMKG Kota Balikpapan juga sudah menyediakan perangkat dan peralatan meneropong hilal yang bertepatan dengan masuknya 1 Muharram 1447 H saat itu, Kamis, 30 Dzulhijjah 1446 H (26/6/2025).

Pengalaman Berharga Mahasiswa

Pantauan Media Center @Ummulqurahidayatullah, sesi diskusi berlanjut di lantai tiga Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak, sambil menunggu detik-detik terbenamnya matahari di sore hari.

“Luar biasa pengalaman sangat berharga. Saya sangat bersyukur, luar biasa keren. Kalau bisa bukan cuma sekali, tapi diadakan lagi tahun depan. Sebab adik-adik santri (di madrasah) juga belum dapat kesempatan belajar seperti ini,” ucap Abu Bakar, mahasiswa STIS asal Bone Sulawesi Selatan.

Senada, testimoni juga disampaikan oleh Ahmad Riziq Rafsanjani, mahasiswa lainnya.

“Menarik mengikuti kegiatan ini, pagi tentang teori dan sore praktik. Sangat bermanfaat. Harapannya, untuk rukyatul hilal bulan Ramadhan bisa adakan juga di Ponpes Hidayatullah ini,” ucap mahasiswa asal Toli-Toli, Sulawesi Tengah.

“Seru, sangat bermanfaat,” ungkap Muhammad Aziz, mahasiswa semester II STIS.

Harapan untuk Para Mahasantri

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Harapannya para santri bisa mengetahui lebih jauh mengetahui apa itu hilal, bagaimana cara melakukan rukyatul hilal, dan meneropong langsung bulan,” pungkas Firman, salah seorang pengamat BMKG Stasiun Geofisika Balikpapan, yang mendampingi mahasiswa hingga matahari terbenam di sesi praktik teropong melihat hilal.* (Abu Jaulah/Media Center @Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *