Sederet Kiprah Alumni (STIS Hidayatullah) Gunung Tembak Berdakwah di Tanah Papua

Ummulqurahidayatullah.id– Kiprah para alumni Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah terus menuai apresiasi dan disyukuri oleh berbagai pihak.
Tidak hanya pada kompetensi keilmuan yang memberi manfaat luas, tetapi juga dedikasi mereka dalam pengabdian dakwah di tengah masyarakat.
Hal itu terungkap baru-baru ini dalam kegiatan “Sarasehan Dai Hidayatullah se Tanah Papua” yang digelar di Kampus Utama Hidayatullah Timika, Papua Tengah, 27 Syawal 1446 H (26/4/2025).
Acara yang dirangkai dengan agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kampus Induk Utama Hidayatullah tersebut menghadirkan sejumlah perintis dakwah di Irian Jaya, nama lain dari Papua dahulu.
Selain momen silaturahim Syawal 1446 H, mereka berkumpul untuk menguatkan dakwah sesuai tema “Merajut Persaudaraan Meneguhkan Toleransi Hidup Beragama”.
Istimewanya, acara yang dihadiri oleh tokoh sepuh dan kader senior Hidayatullah tersebut, juga diramaikan oleh para alumni STIS Hidayatullah yang telah berkomitmen untuk terus melanjutkan estafet perjuangan dakwah para perintis dakwah di tanah Papua.
Hingga ke Pelosok Papua
Dihimpun dari berbagai sumber, setidaknya hingga kini, jejak langkah para alumni tersebut meliputi sejumlah amanah dan bertanggung jawab untuk pembinaan generasi muda dan pengembangan dakwah hingga ke pelosok terpencil sekalipun.
Di antaranya, sebut misalnya, ada Ustadz Dinul Haq. Dai muda kelahiran Kota Minyak Balikpapan tersebut saat ini diamanahi sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Sorong Selatan, Papua Barat Daya.
Ada juga Ustadz Muhammad Ali Lingge (lulusan STIS 2011). Ia yang dulu dikenal semasa kuliah hobi bermain bola itu, tak dinyana kini mengembang kepempinan selaku Ketua Yayasan Kampus Madya Hidayatullah Kab. Sorong, Papua Barat Daya.
Selanjutnya, ada Rijal Setiawan (lulusan STIS 2013). Putra berdarah Bugis Bone ini mempersunting kader Muslimah asal Sorong dan sekarang mantap menetap sebagai Ketua DPD Hidayatullah Kab. Kaimana, Papua Barat.
Nun jauh di pelosok lainnya, ada Ustadz Syaiful Azwar Anas. Sejak 2014, ia telah hijrah sesuai SK Penugasan dari STIS Hidayatullah dan sekarang mengepakkan sayap dakwah di Pulau Supiori, Prov. Papua.
Peran Strategis di Daerah Minoritas
Selain dikenal dengan medan dakwah yang cukup berat serta penduduk Muslim minoritas, tantangan dakwah lainnya di tanah Papua yang dulu dikenal dengan Irian Jaya ini adalah manajemen dakwah yang rapi dan terorganisir.
Untuk itu, saat ini tiga alumni STIS diberi kepercayaan mengambil peran strategis tersebut dengan sebagai Sekretaris DPW Hidayatullah. Masing-masing mereka adalah Ustadz Miftahuddin (Sekretaris DPW Hidayatullah Papua Barat), Ustadz Andi Guntur Andi Sayang (Sekretaris DPW Hidayatullah Papua Selatan), dan Ustadz Achid Prasetio Jati (Sekretaris DPW Hidayatullah Papua).
Hal ini juga diperkuat dengan beberapa dai muda yang pernah menimba ilmu di STIS Hidayatullah dan selanjutnya memilih pengabdian dakwah di tanah Papua.
“Ada Bang Sodri dan Bang Rahman juga di Papua,” ungkap Ustadz Rizki Kurnia, Wakil Ketua STIS Hidayatullah Bidang Kurikulum.
‘Teranyar’, tahun 2024 lalu, STIS Hidayatullah juga mengirimkan dua “booster” baru untuk mendukung pembinaan santri di tanah Papua.
Mereka adalah lulusan Pendidikan Ulama Zuama (PUZ) yang mengawal program Takhassus Bahasa Arab dan tahfizh al-Qur’an di Kampus Madya Hidayatullah Manokwari, Papua Barat.
“Alhamdulillah, ini sebagai syiar sekaligus motivasi untuk para mahasiswa dan alumni STIS. Tetap semangat semuanya,” tutup Ustadz Masykur, Ketua Bidang Pendidikan dan Pengkaderan Kampus Induk Hidayatullah Balikpapan, secara terpisah.
“Jumlah alumni STIS yang berkiprah di Tanah Papua masih terus bertambah insyaAllah. Ini juga belum menghitung para alumni putri yang tak kalah perannya dalam tarbiyah dan dakwah,” pungkasnya. Ia menambahkan, masih ada sebagian nama sarjana dai STIS Hidayatullah lainnya yang bertugas di Papua dan belum disebutkan.* (Abu Jaulah/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments