Santriwati MI RM Putri Borong Piala Lomba Satuan Pramuka se-Balikpapan

Ummulqurahidayatullah.id– Santriwati Madrasah Ibtidaiyah Raadhiyatan Mardhiyyah (MI RM) Putri memborong sejumlah piala pada Lomba Pramuka “Satuan Penggalang Madrasah Ibtidaiyah se-Kota Balikpapan 2025” yang diadakan Kementerian Agama Kota Balikpapan.
MI RM Putri mengirimkan dua regu pada lomba yang diikuti MI se-Balikpapan itu di lapangan SMK 5, Lamaru, Balikpapan Timur, Sabtu-Ahad, 9-10 Syakban 1446 H (8-9/2/2025).
Rombongan MI RM Putri berangkat dari Gunung Tembak ke Lamaru pada Jumat sore (7/2/2025). Terdiri dari 20 siswa, 4 bindam (Bina Damping), 3 kru manajemen Madrasah, dan 1 kru media.
Curah hujan yang tidak menentu belakangan ini menjadi tantangan tersendiri, namun tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti kegiatan ini.
Misalnya, saat tenda baru saja akan dipasang, hujan deras mengguyur kawasan yang akan ditancap tiang tenda sebagai tempat menginap peserta dan bindam.
Menjelang tengah malam, ketika hujan reda, barulah tenda peserta dipasang setelah rombongan MI RM Putri mengungsi ke gedung kelas.
Hijab Bukan Penghalang
Tak tanggung tanggung, para Muslimah yang menggunakan baju gamis dan jilbab panjang itu meraih 7 piala.
Mulai dari LKBB, dasar darma, sandi morse, yel-yel, pionering, tata boga, dan persaudaraan. Tak ada satu lomba pun yang terlewatkan.
Menurut Ustadzah Nur Jannah Tobe, S.H selaku Bina Damping MI RM Putri, kegiatan ini adalah salah satu sarana untuk berdakwah bil qudwah (teladan).
“Momen ini menjadi ladang dakwah bagi peserta untuk menanamkan nilai-nilai agama terutama dalam kesempurnaan menutup aurat,” ujarnya saat diwawancarai awak Media @mi_raadhiyatanmardhiyyah_putri – Media Center @Ummulqurahidayatullah.
Peserta yang diwakili kelas 5 dan 6 itu menjadi contoh bahwa dengan bergamis dan jilbab panjang, tetap bisa eksis mengikuti kegiatan kepramukaan, tambahnya.
Dampak Positif
Waka Kesiswaan MI RM Putri, Ustadzah Lailatul Fitriani, menyampaikan, dengan mengikuti kegiatan ini, para santriwati MI RM Putri tetap bisa mempertahankan shalat 5 waktu secara tepat waktu.
“Meningkatkan keterampilan dan kemampuan anggota penggalang, membangun kepercayaan diri dan motivasi anggota, membangun jaringan dan kolaborasi antara satuan penggalang, mengembangkan keterampilan dalam menggunakan peralatan dan teknik kepramukaan, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan kepramukaan,” ujarnya yang juga salah seorang bindam.
“Dengan demikian, kegiatan lomba satuan penggalang dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi anggota, pembina, dan masyarakat,” imbuhya.* (Aufa/MI Putri/MCU)
Recent Comments