Pemimpin Umum Hidayatullah Tegaskan Lagi Urgensi Kepedulian terhadap Palestina

Ummulqurahidayatullah.id- Berbagai kisah-kisah kepahlawanan dan peristiwa kemanusiaan di Gaza, Palestina, tak luput dari pantauan KH Abdurrahman Muhammad, Pemimpin Umum Hidayatullah.

Tak hanya gemar menyimak, Ustadz Abdurrahman juga nyaris terlibat aktif dalam setiap gerakan donasi atau penggalangan dana untuk para pejuang dan rakyat Gaza yang terus bertahan di bumi ribath, tanah kelahiran nabi-nabi Allah tersebut.

Terbaru, sahabat karib KH Abdullah Said, tokoh Pendiri Hidayatullah itu, mengungkap keharuannya pada momen kedatangan syeikh asal Palestina yang bersilaturahim sekaligus bertindak sebagai khatib dan imam shalat Jumat di Masjid Ar-Riyadh, Gunung Tembak Balikpapan, beberapa waktu lalu.

“Saya sangat terharu, ya Allah, karena dia (syeikh) menerangkan bagaimana kita berempati terhadap masyarakat Gaza. Ini intinya, mereka dua tahun terakhir dibombardir. Tidak ada listrik, sulit cari air, tidak ada makanan, semua diembargo. Tidak ada tempat kerja, semua dihancurkan. Sudah dibombardir semua,” ucapnya terlihat menahan sedih, Sabtu (11/10/2025).

Pengorbanan

Lebih jauh, Pemimpin Umum Hidayatullah mengajak seluruh umat Islam merenungi pelajaran keteguhan keimanan tersebut.

“Ya Allah saya ini hidup di negeri yang begini subur, begini indah, dan enak. Tapi masih sulit memberi pengorbanan yang maksimal. Kira-kira bagaimana itu, Pak? Menaikkan enceng gondok saja (kerja bakti warga Gunung Tembak) kayak sulit. Apakah kita tidak menangisi diri itu?” lanjutnya memberi motivasi.

“Ya Allah, pengorbanan saya apa ya? Shalat jamaah begitu mudah terlambat juga. Kayak apa pengorbanan saya untuk agama ini ya? Mau dibilang berinfak tidak banyak juga uangnya. Uangnya sama-sama saja kita. Itupun kalau diseru (berinfak) masih sulit juga rasanya,” terangnya lagi tentang semangat berjuang dan berkorban untuk agama.

Gencarkan Infaq

Di hadapan ratusan warga dan santri yang memadati lantai utama Masjid Ar-Riyadh, Pemimpin Umum Hidayatullah lalu berbagi hikmah tentang semangat jihad di jalan dakwah tersebut.

Menurutnya, sejak awal al-Qur’an telah menginformasikan demikian.

“Karena memang ayatnya begitu, orang munafik bilang jangan keluar berjihad karena panas betul ini. Kata Allah apa, sesungguhnya Jahannam itu “asyaddu harran”, api neraka itu sekeras-kerasnya panas. ‘Asyaddu’saja sudah keras, ‘harran’ lagi, sangat-sangat-sangat keras siksaan dan panasnya neraka itu,” ungkapnya menerangkan ayat di surah at-Taubah.

“Makanya, saya tersedu-sedu sekali. Ya Allah, ini turun saja atau redup saja spanning-nya (listrik) seperti malam itu, itu saja sudah gelap. Bagaimana ini bertahun-tahun tidak ada listrik. Musim dingin lagi di sana. Di sana musimnya ekstrem, musim dingin (akan) dingin betul, musim panas (jadi) panas betul. Tapi mereka masih keluar rumah berjihad,” ucapnya.

Terakhir, Pemimpin Umum Hidayatullah kembali menyerukan agar terus menggencarkan gerakan infak Palestina.

“Bahwa tidak ada infak terbaik kecuali untuk Gaza atau membebaskan sejengkal tanah Palestina dan membebaskan Masjidil Aqsha,” tegasnya dengan suara lantang.* (Abu Jaulah/Media Center @Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *