Pemimpin Umum Hidayatullah: Finalisasinya saat MMS, Munas VI Teduh-teduh Semua

Ummulqurahidayatullah.id- Jelang Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah yang tinggal menghitung hari, Pemimpin Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad kasih “bocoran” terkait agenda lima tahunan tersebut.

Hal itu disampaikan di hadapan ratusan warga dan santri yang memenuhi lantai utama Masjid Ar-Riyadh, Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dikatakan Ustadz Abdurrahman, sapaan akrabnya, Munas VI Hidayatullah yang berlangsung tanggal 20-23/10/2025 tersebut “hanya” sebagai wadah sosialisasi kebijakan dan program strategis Hidayatullah untuk lima tahun ke depan.

Termasuk, adanya penetapan pergantian kepemimpinan Hidayatullah sebagai organisasi masyarakat (ormas).

“Munas Hidayatullah itu hanya seremonial saja. Hanya untuk menyampaikan bahwa sudah ada pergantian kepemimpinan ormas Hidayatullah. (Itu) sudah diselesaikan semua sebelum masuk Munas,” ucapnya sambil melempar senyum khasnya, Sabtu (11/10/2025).

MMS Forum Tertinggi

Menurut ustadz yang telah malang melintang berdakwah sejak puluhan tahun silam itu, Hidayatullah memiliki forum tertinggi bernama Musyawarah Majelis Syura (MMS) yang akan menggodok dan memfinalisasi keputusan dan kebijakan terkait pergantian kepemimpinan Hidayatullah di arena Munas nanti.

Sebelumnya, diketahui Hidayatullah juga telah membentuk Badan Pekerja (BP) Munas VI Hidayatullah yang beranggotakan sebanyak sembilan orang dan telah bekerja merumuskan sejumlah program dan arah kebijakan strategis ke depan.

“(Di) Musyawarah Majelis Syura itu menentukan arah finalisasi Munas Hidayatullah. Jadi Munas nanti teduh -teduh saja semua,” lanjutnya menerangkan “bocoran” tersebut.

Saling Mendoakan

Lebih penting, menurut sahabat karib KH Abdullah Said ( Pendiri Hidayatullah) ini adalah agar setiap kader dan anggota Hidayatullah senantiasa saling mendoakan sesama umat Islam dan seluruh lembaga dakwah agar tetap istiqamah.

“Mohon doa supaya lembaga perjuangan ini tetap istiqamah karena yang diperkenalkan ustadz Abdullah Said ini (pendiri Hidayatullah) adalah kita mendirikan lembaga perjuangan,” tegasnya secara lugas.

“Adakah satu perjuangan dan vital yang tidak terpimpin? Bahkan panglima (pemimpin) harus dilantik untuk memimpin perjuangan. Maka pemimpin Hidayatullah itu panglima dakwah, panglima perjuangan,” tutupnya penuh semangat.* (Abu Jaulah/Media Center @Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *