Jelang Ramadhan 1446, Waspadai Terjadinya Penurunan Iman

(Almarhum) Ustadz Usman Asy’ari semasa hidup.* [Foto: Tangkapan Layar Youtube LPPH Gunung Tembak]

Ummulqurahidayatullah.id– Ramadhan 1446 H /2025 M segera tiba. Apa jadinya kalau kondisi seorang Muslim mengalami penurunan iman justru saat kehadiran bulan Ramadhan?

Inilah yang pernah diwanti-wanti oleh (almarhum) Ustadz Usman Asy’ari tentang bahaya iman yang tereduksi hingga iman yang “terjun bebas” dalam jiwa seseorang.

Menurut kader senior Hidayatullah itu, penurunan iman akan berdampak fatal dalam kehidupan seseorang.

Ustadz Usman menjelaskan sekurangnya lima rentetan bahaya penurunan iman berikutnya secara detail.

“Pertama, dia malas beribadah. Kalau shalat penuh kemalasan. Tidak ada gairah,” ucapnya menyitir ayat al-Qur’an tentang sifat palsu orang munafik, dikutip dari rekaman video ceramah yang disampaikan Ustadz Usman di Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak, Balikpapan, Ramadhan 2018 silam.

“Kedua, dia tidak marah kepada dirinya atas dosa yang diperbuat,” lanjut ustadz yang dikenal dengan kepiawaian mengolah kata dalam berceramah.

Akibatnya, sambung dia, orang itu tak merasa berdosa jika berdusta. Enak saja dia berbohong. Baik di hadapan istri, keluarga, hingga kepada orang lain.

“Padahal ini dosa, itu (karena) terjadi penurunan iman,” tegas ustadz yang dimanahi anggota Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan di masa hidupnya dahulu.

“Ketiga, dia baca al-Qur’an, ditadabburi, sampai dia hafal, tapi tidak ada pengaruh. Ini juga penurunan iman,” ungkapnya menasihati.

Rentetan berikutnya adalah seseorang itu gelisah dan resah dalam hidupnya, padahal ada begitu banyak nikmat Allah yang diberikan padanya. “Lagi-lagi, padahal nikmat Allah begitu banyak, karena terjadi penurunan iman,” imbuhnya.

Sirnanya Keikhlasan

Di hadapan ratusan warga dan santri yang memenuhi lantai utama Masjid AR -Riyadh, Ustadz Usman Asy’ari lalu membeberkan poin selanjutnya. Yakni sirnanya rasa Ikhlas dalam diri orang tersebut.

“Dia berbuat karena mencari popularitas, ingin jadi muballigh kondang, mau jadi dai terkenal, dibilang hebat, dan sebagainya. Itu semua karena penurunan iman,” ujarnya.

Sebagai ilustrasi perbandingan bahaya penurunan iman, Ustadz Usman juga menjelaskan bahaya penurunan kesehatan, misalnya.

“Bayangkan, kalau terjadi penurunan kesehatan. Tadinya bisa ke masjid, sekarang tidak bisa naik tangga. Waktu sehat dia bisa shalat jamaah, baca al-Qur’an, sekarang cuma terbaring di rumah. Bagaimana perasaan kita?” terangnya panjang lebar.

“Begitu juga kalau terjadi penurunan ekonomi, bagaimana perasaan kita? Bagaimana kalau terjadi penurunan cinta? Yang diingat adalah omelannya istri, marah-marah kepada anaknya. Bayangkan kalau yang terjadi itu benar-benar penurunan iman!” pungkasnya memberi motivasi.* (Abu Jaulah/MCU)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *