Cerita yang Baru Terungkap dari ISCH III: Latihan LKBB 3 Hari, Perjalanan 3 Hari

Peserta ISCH III Putri mengikuti LKBB di Gunung Tembak, Balikpapan, Kamis (21/8/2025) pagi.* [Foto: Istimewa/Media ISCH III Putri]

Ummulqurahidayatullah.id– Meski sudah berlalu, banyak cerita menarik dari perhelatan Perkemahan Nasional Pramuka Islam III Hidayatullah (The 3rd National Islamic Scout Camp of Hidayatullah) alias ISCH III yang baru terungkap.

Salah satunya cerita terkait Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) Putri. Pada Kamis (21/8/2025), perlombaan ini berlangsung meriah di tiga titik area perkemahan Jamnas putri.

Ajang ini diikuti total 96 regu dari tiga tingkatan pendidikan: 22 regu SD/MI, 39 regu SMP/MTs, dan 35 regu SMA/MA.

‎Sejak pagi, lapangan utama dipadati peserta yang menunjukkan kekompakan, kerapian, serta variasi formasi kreatif di hadapan dewan juri Kwartir Cabang dan penonton.

Kegiatan ini berlangsung di kawasan khusus putri Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Menyenangkan

‎Peserta tingkat SD menampilkan formasi sederhana namun penuh semangat. Sorak penonton pecah saat regu-regu kecil memperagakan aba-aba dan yel-yel khas anak-anak.

“Kami datang dengan 7 orang peserta. Acara ini menyenangkan karena bisa banyak kenal teman baru. Selama Jamnas pun tidak ada kesulitan, suasananya menyenangkan sekali,” kata Ummu Salma S. Al-Haddad, peserta SD dari Hidayatullah Ternate.

3 Hari Naik Kapal

‎Ketegangan semakin terasa di jenjang SMP dan SMA. Regu SMP menghadirkan variasi gerakan yang lebih kompleks, sementara regu SMA tampil dengan ketegasan aba-aba, langkah rapi, serta koreografi yang kreatif.

“Acara ini seru, saya dapat pengalaman baru. Latihan kami hanya dua pekan, tapi tampilannya memuaskan sesuai usaha. Perjalanan ke sini cukup panjang, tiga hari dengan feri dan kapal Pelni,” ujar Wa Ode Rahmatunnisa, peserta SMP asal Konawe, Sulawesi Tenggara.

Latihan 3 Hari

‎Dari jenjang SMA, Keyla dari Hidayatullah Tomohon, Manado, mengakui tantangan terbesar ada pada variasi formasi.

“Kami percaya diri meski hanya latihan tiga hari dan yel-yel disiapkan semalam. Awalnya sempat minder melihat yang lain lebih wow, tapi kami berani tampil. Ini juga jadi yang terakhir bagi saya karena sudah kelas 11,” ungkapnya.

Manfaat LKBB

‎Tak hanya peserta, para pembina juga merasakan manfaat ajang ini.

“Harapannya anak-anak lebih semangat ikut Pandu Hidayatullah. LKBB ini melatih fisik sekaligus ukhuwah, dan baru pertama kali mereka tampil di tingkat nasional,” tutur Kak Marida, bindam sekaligus guru MI Hidayatullah Ternate.

Lebih dari sekadar lomba, LKBB tahun ini menjadi ruang pembelajaran karakter,melatih kebersamaan, kepemimpinan, dan tanggung jawab.* (Itha/Media ISCH III/@Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *