Aktivis Dakwah Masih Membujang? Tanggapan Praktisi Pernikahan Mubarak: Perhatikan Ini!

Ummulqurahidayatullah.id– Seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah tapi tak kunjung menikah padahal sudah masanya, maka dirasa perlu dipertanyakan.
Ustadz Ikhsan Taufik, salah seorang praktisi pernikahan mubarak, dalam suatu seminar pra nikah, menekankan pentingnya seorang aktivis dakwah hidup bersama pasangan halalnya.
Pasangan halal itu, katanya, sebagai partner hidup, yang selalu mengisi relung kehidupan rumah tangganya dengan mahabbah.
Hingga kelak, tercapailah cita-cita besar pernikahan yang diidamkan, yaitu “sakinah mawaddah wa rahmah”.
“Perhatikan! Menurut kalian, mengapa kita harus menikah dan berlayar dalam bingkai dakwah?” tanya Ustadz Ihsan kepada para peserta seminar itu yang berlangsung di Masjid Baitul Akbar Kampus Utama Hidayatullah Medan, Sumatera Utara (01/05/2025).
Ia pun menjelaskan bahwa dakwah merupakan jalan untuk meraih surga Allah.
Jalan dakwah itu tidak mudah. Ibarat sedang berkendara, melewati jalan dengan medan yang berlubang, terjal, bahkan jurang.
Oleh karena itu, dalam menapaki jalan dakwah, perlu dikawal dengan pernikahan yang mubarakah, pernikahan yang sesuai dengan syariat Islam.
“Seluruh peserta di sini harus memahami, pernikahan adalah perjanjian suci,” kata Ustadz Ihsan.
Maka, tambahnya, para peserta seminar pra nikah itu harus bersungguh-sungguh dalam belajar dan lebih menggali ilmu berumah tangga.
Diberitakan sebelumnya, Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Medan akan menggelar pernikahan mubarak insya Allah pada September 2025.
Sebelum perhelatan sakral itu, digelar seminar pra nikah di dengan mengusung “Menjalin Mahabbah dalam Bingkai Dakwah bersama Meraih Jannah”.
Lewat pernikahan mubarak itulah, diyakini akan menjadi solusi bagi para aktivis dakwah dalam mengarungi jalan dakwah bersama pasangan masing-masing.* (Rifqiyati Hudayani / Pengasuh Putri KU Hidayatullah Medan / MCU)
Recent Comments