Air Mata di Gedung WKP

Ketua YPPH Balikpapan 2021-2025, Ustadz Hamzah Akbar, pada hari ketiga Rapat Pleno YPPH di Gunung Tembak, Balikpapan, Rabu (24/12/2025).* [Foto: LPPH/Uqreat/Ummulqurahidayatullah]

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat“…HANCUR ini lembaga.”

Banyak hal yang menjadi renungan dari momen Rapat Pleno Laporan Akhir Kepengurusan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan periode 2020-2025. Awal pekan ini di Gunung Tembak, Balikpapan.

Amanah di lembaga Hidayatullah ini bukanlah sesuatu yang asing, bukan pula hal yang diperebutkan. Ia datang bersama dinamika, ujian, dan tanggung jawab besar yang harus ditunaikan dengan penuh kesadaran kepada Allah.

Ustadz Hamzah Akbar, Ketua YPPH sejak tahun 2017 hingga 2025, dengan penuh kerendahan hati menyampaikan apa saja yang telah tercapai, apa yang masih perlu dibenahi, dan apa yang patut menjadi perhatian pengurus berikutnya.

Tidak ada narasi “berkat kami” atau klaim keberhasilan personal. Standar kerja tim YPPH tergambar jelas melalui data-data yang terukur, progresif, dan disampaikan secara terbuka. Semua terasa jujur, apa adanya, dan beradab.

Pelayanan = Ibadah

Momen paling mengharukan hadir pada akhir laporan Ustadz Hamzah.

Dengan suara yang tertahan, Ustadz Hamzah Akbar menyampaikan permohonan maaf, mewakili seluruh pengurus dan fungsionaris. Bahwa selama mengemban amanah, tentu ada kekurangan dan kekhilafan. Sebagai manusia, tak ada gading yang tak retak. Namun para hadirin pun tahu, betapa besar totalitas dan pengorbanan seluruh pengurus yang dinakhodainya selama dua periode kepengurusan.

Ustadz Abul A’la Maududi, Sekretaris YPPH Balikpapan Periode 2020–2025, turut mengungkapkan rasa syukurnya karena telah diamanahkan menjadi pelayan bagi lembaga ini.

Prinsip yang ia pegang teguh ‘sederhana’ namun dalam maknanya: bahwa pelayanan adalah ibadah.

Dan puncak refleksi datang pada akhir rapat, saat Ustadz H Sujaib Saud —Bendahara Yayasan selama kurang lebih 35 tahun.

Yang membuat dada sesak dan air mata tak terbendung adalah pengakuan jujurnya pada akhir penyampaian:

“35 tahun saya menjadi bendahara, tidak bisa dipungkiri ada hal-hal yang bukan hak saya yang pernah saya nikmati, sengaja maupun tidak. Saya mohon diikhlaskan. Semoga apa yang kami berikan hari ini bisa menghilangkan hal-hal yang pernah tersangkut pada kami di akhirat kelak.”

‘Sesederhana’ itu. Sehati-hati itu. Tapi baginya, lebih baik diselesaikan semasa hidup, daripada menjadi perkara setelah tiada. Dan memang H Sujaib sudah mengganti pinjaman yang diceritakannya tersebut. Bahkan jauh lebih dari itu.

Para pengurus harian YPPH 2021-2025 pada hari ketiga Rapat Pleno YPPH di Gunung Tembak, Balikpapan, Rabu (24/12/2025).* [Foto: LPPH/Uqreat/Ummulqurahidayatullah]

Iri

Sedangkan kami –para peserta rapat dari kalangan akhwat– yang menyaksikan acara dari balik layar, hanya bisa terdiam, menghapus air mata yang jatuh tanpa diminta.

Haru, kagum, sekaligus iri. Iri menyaksikan ketaatan para pengurus kepada pemimpin, keikhlasan dalam menerima amanah, serta totalitas dan dedikasi yang nilainya jauh melampaui materi.

“Pengurus Amanah”

Rabu (24/12/2025) itu di Gedung WKP, air mata semakin mengucur. Ketika Rais ‘Am KH Abdurrahman Muhammad dalam taujih penutupnya, dengan suara bergetar dan mata yang basah, mengatakan:

“Kalau bukan karena pengurus yang amanah, hancur ini lembaga. Saya tahu sekali, Ustadz Hamzah Akbar ini orang yang tinggi adabnya. Seperti apa pun yang dihadapi beliau, tetap menunjukkan adab yang tinggi,” ucap Rais Am menyebut akhlaq karimah yang melekat pada Ketua YPPH periode sebelumnya.

Semoga Allah menerima seluruh amal khidmah para pengurus, mengampuni segala kekhilafan, dan membalas keikhlasan mereka dengan keberkahan hidup serta keselamatan di dunia dan akhirat.

Semoga estafet amanah di lingkungan YPPH Balikpapan ini terus dijaga oleh orang-orang yang lurus niatnya, tinggi adabnya, dan jernih hatinya. Aamiin.* (Ema Nahdhah/@Uqreat/@Ummulqurahidayatullah)

Baca juga: Ketua YPPH Balikpapan 2021-2025 Minta Maaf: Masih Banyak Kekurangan, Belum Memenuhi Ekspektasi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *