Ustadz Azzam Al-Fateh Malaysia Ungkap Ciri Pendidikan Sukses dari Keberanian Anak P4lestina

Ummulqurahidayatullah.id– Pengurus Maahad Tahfiz al-Fateh, Selangor, Malaysia, Ustadz Mohamad Azzam Anwar bin Mohamad Mathurudi menekankan pentingnya pendidikan dalam Islam.
Hal itu ia sampaikan di hadapan ratusan santri dan jamaah Masjid Ar-Riyadh Pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (7/5/2025) bakda subuh.
Pada kesempatan itu, Ustadz Azzam menceritakan kisah heroik Faris Audah, bocah usia belasan tahun asal Gaza, Palestina, yang pernah menggegerkan dunia dengan keberaniannya berdiri menantang kendaraan tank penjajah Zioni5-Isra3l.
“Faris Audah waktu itu melempar batu ke kereta kebal (tank). Kira-kira kalau pakai logika, boleh menang tak? Jawabnya, tak boleh menang,” kisah Ustadz Azzam penuh semangat.
“Apakah menjadi ancaman? Cuma batu je. Tapi akhirnya penjajah Israel tetap tembak dia. Kenapa?”
Menurut Ustadz Azzam, inilah ciri pendidikan yang sukses. Yakni, berhasil melahirkan output yang memiliki mental yang kuat dan akidah yang begitu teguh.
Penjajah I5rael disebutnya paham, bahwa jika bocah kecil itu dibiarkan hidup, maka semangat jiwanya akan terus bergelora dan melawan penjajah.
Siapkan Generasi Penerus Dakwah
Ustadz Azzam juga mengajak kaum Muslimin untuk mensyukur nikmat iman dan Islam.
“Melafazkan kesyukuran atas kurniaan iman dan Islam. Sebab kita tidak mampu menghitung banyaknya nikmat. Bukanlah nikmat kehidupan sahaja, bile kita Muslim adalah nikmat terbesar. Iman hanya dapat diperoleh setelah bersungguh-sungguh,” ucap Ustadz Azzam tentang mahalnya nikmat hidayah Islam dengan logat kental negeri Jiran.
Selanjutnya, ustadz Azzam mengingatkan perihal pentingnya menyiapkan generasi penerus perjuangan dakwah Islam.
Dikatakan, inilah medan jihad yang membutuhkan kesungguhan dan dukungan dari semua pihak.
“Perjuangan ini tak nak bunuh orang, tak nak pegang pistol. Tapi ini jihad menuntut ilmu. Jalan panjang yang membutuhkan kesabaran dan juhud (kesungguhan) yang tidak ada habisnya,” jelasnya.
Diketahui, bersama Ustadz Ahmad Lutfi bin Paridin, Pengetua Maahad Tahfiz al-Fateh Malaysia, Ustadz Azzam melakukan sejumlah diskusi dan lawatan secara langsung meninjau proses pembelajaran dan pengkaderan santri di Kampus Induk Hidayatullah Balikpapan, selama tiga hari lamanya, Senin-Rabu.* (Abu Jaulah/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments