Ustadz Amin Mahmud Ketua Pembina Kampus Induk Hidayatullah, Gantikan Ustadz Hasyim HS

Ustadz Amin Mahmud, Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan (Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak).* [Foto: Waqqash/LPPH/MCU]

Ummulqurahidayatullah.id– Terjawab sudah siapa pengganti (Almarhum) Ustadz Hasyim HS (salah seorang Pendiri Hidayatullah) sebagai Ketua Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Kampus Induk Balikpapan.

Ialah Ustadz Amin Mahmud, selaku kader senior Hidayatullah, yang baru-baru ini dikukuhkan sebagai Ketua Pembina Kampus Induk Hidayatullah.

Hal itu ditandai dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Nomor 08 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan Periode 2020-2025.

SK ini ditandatangani langsung oleh Dr. H. Nashirul Haq, MA sebagai Ketua Umum dan Ir. H. Candra Kurnianto sebagai Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah. Tentu dengan persetujuan Pemimpin Umum, KH Abdurrahman Muhammad.

Tanggung Jawab Besar

Pada pertemuan Pembina, Pengawas, dan Pengurus Harian Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan, Ustadz Amin menyampaikan perihal tanggung jawab besar yang dipikulnya menyusul SK yang baru saja diterimanya.

Ia mengaku bersyukur masih diberi kesempatan melihat perkembangan Hidayatullah.

“Secara fisik saya bodoh, tidak tahu apa-apa, lemah, saya hina, tapi karena ini adalah perintah, maka sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat) dengan lapang dada sebagai wujud ketaatan kepada pemimpin,” tegas dai yang juga anggota Majelis Penasihat Hidayatullah ini di ruang pertemuan YPPH, Kamis (20/2/2025).

Selanjutnya, sejumlah harapan disampaikan oleh Ustadz Amin Mahmud.

“Pertama, doa. Mudah-mudahan saya bisa melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya. Kedua, saya minta mulai hari ini kepada seluruh anggota Pembina berpikir terus. Jadi tidak ada istilah saya sakit segala macam,” terangnya.

Kata ustadz yang didapuk sebagai imam utama Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak, Balikpapan ini, fisik boleh sakit tetapi pikiran tidak boleh sakit.

Jadi setiap anggota Pembina tetap bisa berpikir dan berkontribusi untuk kepentingan umat dan dakwah.

“Yang sakit, kan, fisik. Saya juga sakit fisik, kita semua juga sakit. Tapi pikiran dan ruhani tidak boleh sakit, jiwa juga tidak boleh sakit. Yang repot kalau dua-duanya sakit, bisa kacau. Kita berpikir di semua sektor, mana kelebihan dan kekurangannya, kita bicarakan dan cari solusinya,” lanjut ustadz yang telah puluhan tahun malang melintang berdakwah ini.

Ajakan Jelang Ramadhan

Pada lain kesemparan, agar jiwa tidak sakit, Ustadz Amin memberi nasihat. Yakni, menjaga hubungan agar senantiasa dekat kepada Allah.

“Terlebih dengan datangnya bulan Ramadhan ini, mari perbanyak dan tingkatkan seluruh ibadah,” ucapnya saat memberi taushiyah di hadapan ratusan warga dan santri di Masjid Ar-Riyadh, beberapa waktu lalu.

Berbicara tentang peningkatan ibadah dan kinerja, Ustadz Amin mengingatkan soal kedisiplinan waktu shalat sebagai kunci kesuksesan seluruh aspek lainnya. Termasuk menyoroti ada jadwal yang molor atau kegiatan tertunda karena kelalaian atau keterlambatan.

“Persoalan disiplin waktu ini sesungguhnya buah dari kedisiplinan shalat lima waktu berjamah di masjid selama ini,” pungkasnya.*
(Abu Jaulah/MCU)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *