Ustadz Ahmad Fitri Wafat pada Usia 81 Tahun di Balikpapan, Ini Profil Singkatnya

Ustadz Ahmad Fitri di Gunung Tembak.* [Foto: Waqqash/LPPH/@Uqreat]

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Salah seorang anggota Majelis Pembimbing Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Ustadz Ahmad Fitri bin Abd. Khaliq, wafat.

Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, ini menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Medika Utama Manggar, Kota Balikpapan, Selasa, 17 Rajab 1447 (6/1/2026) sekitar pukul 05.09 WITA.

Pria kelahiran Lingadan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (22/7/1944) ini wafat pada usia 81 tahun. Dalam usia senja itu, ia harus berjuang menghadapi penyakit komplikasi yang dideritanya selama sekitar 43 hari.

Awal Jatuh Sakit

Pada penghujung tahun lalu, Selasa (25/11/2025), ia tak sadarkan diri di rumahnya hingga dilarikan ke RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan. Usai menjalani perawatan intensif di IGD dan ruang ICU, pengajar STIS Hidayatullah ini menjalani rawat inap selama sekitar dua pekan di ruang isolasi.

Pada Rabu (10/12/2025), ia pulang ke rumah untuk rawat jalan. Namun kemudian, pada Senin (15/12/2025), ia kembali dilarikan ke IGD RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo. Lalu menjalani rawat inap selama sekitar 21 hari di ruang isolasi.

Tahun masehi 2025 pun berganti 2026. Pada Ahad malam (4/1/2026), pria yang dikaruniai 2 putra dan 2 putri ini kembali pulang ke rumah.

Keesokan hari, Senin malam (5/1/2026), ia dilarikan ke RS Medika Utama Manggar setelah mengalami sesak napas. Usai dirawat secara intensif, Ustadz Ahmad Fitri berpulang ke Rahmatullah keesokan harinya, Selasa (6/1/2026).

“Innalillahi wainna ilaihi rajiun,” ujar Dzul Amal, putra ketiganya, yang mendampingi di RS Medika semalaman.

Dokter pada kedua rumah sakit tersebut mendiagnosis sang ustadz mengalami gangguan kesehatan akut pada syaraf di kepala, serta pada jantung dan paru-parunya.

Duka Hidayatullah se-Indonesia

Jenazah almarhum Ustadz Ahmad Fitri disemayamkan di rumah duka di Gunung Tembak. Lalu dishalatkan di Masjid Ar-Riyadh pada Selasa (6/1/2026) siang bakda zuhur.

Ia dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Gunung Tembak 1, Kelurahan Teritip, tepat di samping Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak. Kepergiannya diiringi ratusan santri, warga, ustadz, pengurus pesantren, serta jamaah dan kader Hidayatullah dari berbagai daerah.

Keluarga besar Hidayatullah ramai-ramai menyampaikan ucapan belasungkawa atas kepergian sang guru tersebut. Mulai dari Hidayatullah Gunung Tembak hingga Hidayatullah se-Indonesia.

“Segenap Keluarga Besar Pengurus Tingkat Pusat Hidayatullah turut berdukacita atas berpulangnya ke Rahmatullah; Ustadz Ahmad Fitri, Majelis Pembimbing Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak (dan) Guru pengabdian KMI Pondok Modern Darussalam Gontor (1971–1976),” bunyi keterangan resmi yang dirilis DPP Hidayatullah.

Awal Bergabung Hidayatullah

Ustadz Ahmad Fitri bergabung dengan Hidayatullah di Gunung Tembak pada tahun 1984. Beberapa tahun sepulangnya dari Gontor.

Ia hijrah ke Balikpapan setelah diajak oleh dai Hidayatullah yang berkunjung ke Tolitoli pada masa itu, yaitu Ustadz Abdurrahman Muhammad (sekarang Rais Am Hidayatullah) dan Ustadz Muhammad Hasyim H.S Rahimahullahu Ta’ala (Pendiri Hidayatullah, juga alumnus Gontor).

Ahmad Fitri pun memboyong seorang istri dan tiga orang anaknya kala itu ke Balikpapan. Di Gunung Tembak, Ahmad Fitri dan istri dikaruniai anak terakhir, yang kini diamanahkan sebagai pengelola Media Center Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak. Si bungsu diberi nama “Muhammad Abdus Syakur Hidayatullah”, sebagai kesyukuran atas satu-satunya anaknya yang lahir di Pesantren Hidayatullah.

Mengabdi Lewat Pendidikan

Di Gunung Tembak, Ustadz Ahmad Fitri lebih banyak mengabdi lewat pendidikan. Mulai dari zaman KH Abdullah Said Rahimahullah (Pendiri Hidayatullah) hingga zaman Rais Am saat ini. Ia mengajar di Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah.

Ia juga sempat beberapa tahun bolak-balik dari Gunung Tembak, Kec. Balikpapan Timur, ke Karang Joang, Kec. Balikpapan Utara, untuk mengajar di Pondok Modern Asy-Syifa Balikpapan setiap pekan.

Beberapa waktu lalu, Ustadz Ahmad Fitri pernah bercerita. Dulu, waktu awal-awal mau ke Kalimantan, istrinya enggan meninggalkan Sulawesi. Namun, pria Bugis ini bersikukuh untuk hijrah.

Hingga kemudian mereka menetap di Ponpes Hidayatullah sampai akhir hayat. Ustadz Ahmad Fitri dimakamkan di Gunung Tembak, dekat makam istrinya dan makam almarhumah anak pertamanya.* (Abdus Syakur, putra bungsu almarhum/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *