Ramadhan 1446, Para Guru Didorong Tingkatkan Spirit Pendidikan Bertauhid

Ummulqurahidayatullah.id– Terkait kedatangan Ramadhan 1446 H, Ustadz Dr. Nashirul Haq, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, menyampaikan pesan khusus kepada guru-guru dan seluruh pegiat pendidikan Hidayatullah.
Ia berpesan agar para guru memanfaatkan momentum Ramadhan untuk semakin menyerap nilai-nilai tauhid dari al-Qur’an.
Menurut jebolan doktoral dari negeri jiran Malaysia ini, setiap Muslim khususnya guru punya peluang yang sama untuk mendapatkan spirit al-Qur’an di bulan Ramadhan.
Syaratnya, kata ustadz Nashirul, benar-benar bermujahadah dan bermunajat secara sungguh-sungguh.
“Makin banyak mujahadah semakin deras sifat karam (kemuliaan dan kedermawanan) Allah. Al-Qur’an itu semakin banyak dibaca dan direnungi maka tetesan ilhami yang inspiratif semakin kuat dan semakin dalam,” ucapnya di hadapan ratusan guru peserta Rapat Koordinasi Nasional Pendidikan Hidayatullah di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah di Jakarta, Rabu, 21 Syakban 1446 H (19/2/2025).
“Usahakan Ramadhan ini bisa mentadabburi materi masing-masing, dengan menyerap nilai tauhid al-Quran, maka Ramadhan jadi produktif,” lanjutnya memotivasi.
PIBT
Kaitan dengan tauhid, Hidayatullah telah mencanangkan standardisasi Pendidikan Integral Berbasis Tauhid (PIBT) dalam mewujudkan pendidikan yang unggul.
Hal ini juga menjadi tema strategis dalam kegiatan Rakornas tahun 2025.
“Dulu kita sekolah itu diajari, siapa pencipta lampu? Dijawab Thomas Alfa Edison. Murid-murid lalu mengatakan, hebatnya penemu lampu itu ya? Tapi cuma berhenti di situ, tidak ada lanjutannya. Siswa tidak diajari siapa yang menciptakan Thomas itu, siapa yang menciptakan bintang dan alam semesta,” ungkapnya sambil memberi contoh pendidikan yang disebut belum berbasis tauhid.
Dengan PIBT, lanjut Ustadz Nashirul, seluruh ilmu dan apapun yang dipelajari akan mengantar kepada pemahaman sekaligus keyakinan bahwa memang benar-benar yang agung yang kuasa yang hebat itu adalah Allah.
Sampai di sini, jelasnya, pola pendidikan di pesantren bukan saja sebagai tempat mempelajari ilmu agama, tapi juga lingkungan yang mewadahi belajar dan memperagakan ajaran Islam dan nilai-nilai tauhid yang berlandaskan al-Qur’an dan sunnah.
Terakhir, pendiri dan ketua pertama Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan ini mengingatkan peran strategis pendidikan sebagai back up utama dalam mewujudkan visi misi Hidayatullah membangun peradaban Islam.
“Melihat visi-misi Hidayatullah ‘membangun peradaban Islam’ dan misi pertama melahirkan kader berkualitas. Itu menunjukkan bahwa pendidikan itulah kuncinya,” tegasnya menyemangati.* (Abu Jaulah/MCU)
Recent Comments