Rakornas Kampus Induk & Utama di Papua Tengah, Ini Pesan Pemimpin Umum Hidayatullah

Ummulqurahidayatullah.id– Saat ini sedang berlangsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kampus Induk dan Utama Hidayatullah di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Rakornas para dai Ponpes Hidayatullah itu antara lain dirangkai dengan “Sarasehan Dai Hidayatullah se-Tanah Papua” yang menghadirkan seluruh perintis dakwah di Irian Jaya, nama lain Papua dahulu.
Panitia juga menggelar pertemuan “Halaqah Kubra” yang dihadiri oleh seluruh murabbi dan mutarabbi dari seantero Papua Raya.
Di hadapan puluhan peserta rakornas itu, Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad memotivasi para juru dakwah Hidayatullah untuk terus merawat komitmen berdakwah.
Dikatakannya, dengan bimbingan wahyu maka jaminan kemenangan itu tetap menjadi garansi bagi para pelaku dakwah.
“Superioritas (dakwah) Hidayatullah ada di sini, ala minhajin nubuwah. Superioritas itu adalah dengan kembalinya kepada wahyu. Pasti akan sampai kepada kemenangan kalau konsisten dengan pergerakan ini, gerakan nubuwah,” tegasnya pada Sabtu, 26 Syawal 1446 H (25/4/2025).
Ustadz Abdurrahman juga menyebutkan, doa adalah pangkal dari seluruh kebaikan sekaligus titik kekuatan manusia.
“Semua berkat doa. Sesungguhnya titik pergerakan kebaikan itu dari doa,” terangnya sambil menceritakan kisah dakwah Nabi Ibrahim saat berhadapan dengan penguasa zhalim, Namrud ketika itu.
Doa, Ikhtiar, Kesungguhan Beramal
Meski demikian, doa saja memang tak cukup. Tetap dibutuhkan yang namanya ikhtiar dan kesungguhan dalam beramal. Itulah mengapa, lanjut Ustadz Abdurrahman, Nabi Ibrahim harus hijrah ke Yerussalem, Palestina untuk berdakwah.
“Jadi jejak langkah dakwah ini adalah jejak langkah mata rantai kenabian. Pergerakan dakwah ini adalah pergerakan nubuwah,” ungkap dai yang telah menjelajahi dakwah hingga ke tanah Papua itu.
Selanjutnya, sahabat karib Pendiri Hidayatullah (almarhum) KH Abdullah Said itu menerangkan titik kekuatan manusia selain doa.
Yakni adanya “ta’liful qulub” atau bertautnya hati orang beriman. “Adanya persahabatan yang baik, itulah kualitas tertinggi yang disebut Allah,” ucapnya menerangkan fungsi berjamaah atau hidup terpimpin dalam kehidupan seorang Muslim.
Dikutip dari laman resmi hidayatullah.or.id Rakornas yang bertajuk “Mewujudkan Kampus sebagai Basis Pengkaderan dan Alat Peraga Dakwah” ini terbilang istimewa. Ini juga forum koordinasi terakhir di kepengurusan periode 2021-2025.* (Abu Jaulah/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments