Rahasia Etos Kerja & Dakwah: 3 Pesan Kunci Imam Nawawi di Hidayatullah Tanjung Morawa

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat – Dalam rangka penguatan spiritual, Departemen Rekrutmen DPP Hidayatullah menggelar acara sharing kultural di Kampus Utama Hidayatullah Tanjung Morawa, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara baru-baru ini.
Hadir sebagai narasumber, Ustadz Imam Nawawi, Ketua Departemen Rekrutmen DPP Hidayatullah. Dalam sesi yang berlangsung hangat tersebut, dai yang juga penulis buku itu menekankan pentingnya menangkap “energi kebaikan” dari Al-Qur’an sebagai motor penggerak dalam berkhidmat bagi umat.
“Kita diperintah untuk selalu antusias dalam menguatkan kebaikan, kebenaran, dan kesabaran,” ujar pria yang akrab disapa Mas Imam ini di hadapan peserta yang terdiri dari unsur yayasan, pengurus DPW, serta mahasiswa STIQ Ash-Shidqi.
Dalam diskusi tersebut, Selasa (30/12/2025), setidaknya ada tiga poin utama yang menjadi garis besar untuk memperkuat militansi kader dakwah.
- Kedahsyatan Perintah Membaca (Bismirabbik)
Membaca bukan sekadar perintah biasa. Menurut Mas Imam, siapa pun yang mengamalkan perintah membaca dengan benar—terutama jika dilaksanakan secara utuh dengan landasan Bismirabbik (dengan nama Tuhanmu)—maka hasilnya akan luar biasa.
Membaca dengan landasan tauhid akan melahirkan visi dan ketajaman berpikir dalam menyelesaikan persoalan umat.
- Integrasi Ibadah & Etos Kerja
Seorang Muslim sejati tidak boleh terjebak pada dikotomi keshalehan ritual semata. Mas Imam menegaskan bahwa kualitas ibadah harus berbanding lurus dengan kualitas kinerja.
“Orang Islam itu tidak saja harus baik dalam ibadah, tapi juga harus unggul dalam etos kerja dan kinerja lapangan,” tegasnya. Profesionalisme dalam tugas adalah cerminan dari iman yang kuat.
- Fokus pada Dakwah sebagai Karunia
Poin terakhir yang ditekankan adalah kesadaran akan posisi kader dalam dunia dakwah dan pendidikan. Mas Imam mengingatkan bahwa terpilihnya seseorang dalam jalan dakwah adalah murni karunia Allah Subhanahu Wata’ala.
“Fokus kita adalah terus melaju. Jangan bingung, jangan terlalu banyak menengok kanan-kiri yang membuat ragu, apalagi sampai mundur ke belakang. Teruslah bergerak maju,” pesannya dengan penuh semangat.
Tradisi Sharing Kultural
Agenda ini merupakan bagian dari tradisi sharing kultural yang terus dirawat di lingkungan Hidayatullah.
Selain sebagai sarana transfer informasi organisasi, momen ini menjadi ajang konsolidasi hati bagi para pemangku kebijakan yayasan dan para mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.
Dengan semangat “menangkap energi Al-Qur’an”, pertemuan di Tanjung Morawa ini diharapkan mampu melahirkan etos kerja baru bagi para kader di Sumatera Utara dalam menyongsong tantangan dakwah tahun-tahun mendatang.* (Herim/@Uqreat/@Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments