Pembukaan Raker Pendidikan YPPH Balikpapan: Menjaga Keseimbangan dalam Kepemimpinan

Ummulqurahidayatullah.id– Bidang I Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan menggelar Pembukaan Rapat Kerja (Raker), Senin (7/7/2025), bertempat di Aula Prasmanan, Gunung Tembak, Balikpapan
Raker Pendidikan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan di lingkup Madrasah Raadhiyatan Mardhiyyah Putra-Putri Hidayatullah Gunung Tembak serta Ma’had Tahfizhul Qur’an Ahlus Shuffah Gunung Binjai dan KB-RA Al-Aulad-Raadhiyatan Mardhiyyah.
Acara pembukaan juga dirangkai dengan Sosialisasi Kalender Pendidikan 2025 dan sejumlah pengumuman lainnya.
Pembukaan Raker ini menjadi momen penting, terutama dengan adanya pembacaan Surat Keputusan (SK) pergantian Kepala KB-RA dan MI Raadhiyatan Mardhiyyah Putri.
Keseimbangan Menjalankan Amanah
Dalam sambutan pembukaan, Ketua YPPH Balikpapan, Ustadz Hamzah Akbar, menyampaikan arahan yang mendalam seputar pentingnya menjaga keseimbangan dalam menjalankan amanah.
Mengawali nasihatnya, Ustadz Hamzah mengutip pesan Pendiri Hidayatullah, Ustadz Abdullah Said:
“Kalau bicara dakwah tapi masuknya selalu dalam ruang-ruang rasa, maka akan sulit bergerak.”
Maka dari itu, pendekatan keseimbangan antara rasa dan prinsip menjadi kunci utama dalam bergerak. Sebab jika semua hal diputuskan hanya dengan pertimbangan rasa, maka keputusan-keputusan penting seperti penerbitan SK akan tersendat.
Keseimbangan justru terlihat dari hal-hal yang terus bergulir dan bergerak maju, termasuk dalam estafet kepemimpinan.
“Ingat tagline kita: merekrut, mengkader, menugaskan! Paradigma kita adalah ekspansi dan fabrikasi, bukan stagnasi,”ungkapnya, merujuk pada proses kaderisasi yang tengah berlangsung melalui pergantian kepala sekolah.
Ustadz Hamzah juga menekankan bahwa dalam mengemban amanah, yang tidak boleh berubah adalah cara pandang yang seimbang.
Logika Manajemen Modern Ditopang Ruhiyyah
Dalam arahannya, Ustadz Hamzah juga mengingatkan bahaya melakukan sesuatu hanya dengan logika manajemen modern tanpa ditopang pendekatan ruhiyyah.
“Jika kita berangkat dengan minimnya pendekatan ruhiyyah, hanya dengan logika, maka kita akan sering justifikasi, karena tak ada kerangka ukurannya,” sebutnya.
Menutup nasihatnya, ia mengutip perkataan seorang pensiunan jenderal Angkatan Laut Amerika Serikat.
“Jika kamu ingin mengubah dunia, mulailah dengan merapikan tempat tidurmu.”
Pesan ini sederhana namun mengena, perubahan besar dimulai dari disiplin kecil dan pembenahan diri.
Pada akhir sambutan, Ustadz Hamzah memberi pesan mendalam:
“Jika hari ini kita bisa menikmati proses-proses keseimbangan, maka kita akan menikmatinya lagi 20 tahun ke depan secara spiritual.”
Melalui Raker ini, para guru dan pengelola diingatkan kembali bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus berjalan seiring nilai, ruh, dan sistem, bukan semata rasa atau kekuasaan.* (Itha/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments