Menag RI Prof Nasaruddin Umar Buka Munas VI Hidayatullah, Berikan Apresiasi

Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Selasa (21/10/2025).* [Foto: @SKRsyakur/Media Munas/@Ummulqurahidayatullah]

Ummulqurahidayatullah.id– Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah yang berlangsung di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Dalam sambutannya, Menag menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan besar tersebut dengan suasana kondusif dan penuh ukhuwah.

Menurutnya, dinamika yang muncul dalam forum musyawarah mencerminkan semangat umat terbaik sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an sebagai “Khaira Ummah”.

“Hari ini, betul-betul kita bersyukur karena Hidayatullah melaksanakan sebuah pesta yang sangat indah. Mendengarkan tadi, Munas itu kan biasanya diwarnai dengan berbagai macam dinamika yang bermacam-macam. Tapi dinamika yang berkembang di Hidayatullah ini adalah mencerminkan dinamika Khaira Ummah,” ungkapnya di depan ribuan peserta Munas serta tamu undangan.

Lebih jauh, Menag menilai, organisasi Hidayatullah telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam waktu relatif singkat.

Sejarah Membuktikan

Menag menyebut capaian organisasi ini sebagai bukti kemampuan umat Islam membangun sistem pendidikan dan dakwah yang terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia.

“Sejarah membuktikan bahwa Hidayatullah itu mampu menerapkan hal ini (al-khair dan al-ma’ruf). Walaupun usianya belum selama dan setua dengan ormas-ormas yang lain, tetapi organisasi ini mampu dalam waktu yang sangat singkat mencakupi hampir seluruh wilayah Republik Indonesia,” paparnya.

Sebelum menutup sambutannya, Menag membacakan tiga bait pantun yang sarat makna moral sebelum secara resmi membuka Musyawarah Nasional VI Hidayatullah.

Pantun tersebut menjadi simbol ajakan untuk menyalakan cahaya kebaikan, menjauhi sifat sombong, dan menegaskan pentingnya keilmuan dalam membimbing umat.

“Bidadari bertelekan di atas dipan, menanti tamunya para mushollin. Daripada meratapi kegelapan, lebih baik menyalakan lilin,” ucapnya.

“Patung semar berbalut kain, dipasang di serambi duduk berjajar. Orang yang sibuk mencari kesalahan orang lain, pertanda harus masih belajar,” lanjutnya.

“Ke kebun binatang menyaksikan beruang, melihat buaya sedang berenang. Orang pintar tak pernah terbuang, orang sombong tidak pernah tenang,” tutup Menag Nasaruddin Umar sebelum membuka secara resmi Munas VI Hidayatullah di Jakarta.

“Bismillahirrahmanirrahim,” ucap Menag membaca “basmalah” menandai dimulainya Munas tersebut. Dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai simbolis oleh sang menteri.

Tampak hadir Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah serta para tokoh lainnya.* (Anchal/Media Munas/@Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *