Mahasiswa STIS Hidayatullah Ikut Diklat Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Sejumlah mahasiswa STIS Hidayatullah terpilih dalam program Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Kesadaran Bela Negara di Kota Balikpapan, Kaltim (14-20/11/2025). [Foto: Dok. STIS]

Ummulqurahidayatullah.id– Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Hidayatullah terus berperan aktif sesuai moto warga Kota Balikpapan “Balikpapan Kujaga, Kubangun, dan Kubela”.

Beberapa waktu lalu, tiga orang mahasiswa STIS Hidayatullah terpilih dalam program Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang melibatkan peserta dari berbagai ormas kemasyarakatan.

Acara yang bertajuk “Gelorakan Bela Negara untuk Indonesia Maju: Bela Negara, Hak dan Kewajibanku” ini dibuka secara resmi oleh Sutadi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, di halaman Markas Komando Depo Pendidikan dan Kejuruan (Mako Dodikjur) Rindam VI Mulawarman, Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur.

Dikutip dari berbagai informasi, Sutadi menegaskan dalam sambutannya bahwa bentuk ancaman terhadap negara telah berubah. Tidak lagi hanya serangan fisik, tetapi juga disinformasi, radikalisme, polarisasi sosial hingga intoleransi yang dapat merusak persatuan bangsa.

“Bela negara bisa dilakukan melalui banyak cara, seperti menjaga persatuan, mematuhi hukum, termasuk melawan segala bentuk ujaran kebencian dan intoleransi yang bisa memecah belah bangsa,” ujarnya.

Garda Terdepan

Ia menambahkan, masyarakat merupakan garda terdepan menghadapi berbagai ancaman modern tersebut.

Karena itu, pelatihan kali ini dirancang tidak hanya untuk membentuk ketahanan fisik, tetapi juga ketahanan informasi, mental, serta karakter.

“Peserta pelatihan ini adalah garda terdepan yang diharapkan mampu menjadi contoh dan agen perubahan di lingkungannya. Nilai-nilai bela negara tidak boleh berhenti sebagai teori, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sutadi.

Gerakan Sosial

Agenda ini berlangsung selama sepekan (14-20/11/2025) dengan beberapa penyesuaian materi dan kegiatan.

Jadinya aksi bela negara bukan lagi sekadar aktivitas baris-berbaris atau latihan fisik, tetapi sebagai gerakan sosial yang tumbuh secara sadar dari tingkat masyarakat.

Disebutkan, materi yang disampaikan meliputi wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, pembentukan karakter, ketahanan mental, kemampuan dasar bela negara, hingga peran masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.

Para peserta dilaporkan terlihat antusias karena mereka juga dipersiapkan menjadi agen keteladanan dan penggerak ketahanan sosial di lingkungan masing-masing.

“Alhamdulillah, semangat. Ini pengalaman baru yang bermanfaat buat kami sebagai mahasiswa sebagai generasi muda penerus perjuangan,” ucap Habib, salah seorang mahasiswa STIS Hidayatullah yang ikut pelatihan tersebut.* (Abu Jaulah/STIS/Media Center @Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *