Madrasah Jurnalistik MCU Gelar Pelatihan Fotografi “Di Balik Lensa Gutem”

Pelatihan Fotografi Jurnalistik Dasar Madrasah Jurnalistik MCU di Balikpapan, Kamis (30/09/2021).* [Foto: Asrijal/MCU]

GUNUNG TEMBAK– Media Center UmmulQura (MCU) Hidayatullah lewat program unggulannya, Madrasah Jurnalistik-Multimedia, mengadakan pelatihan pada Kelas Fotografi Jurnalistik di Gedung WKP, Hidayatullah UmmulQura, Balikpapan, Kamis (30/09/2021) malam.

Peserta yang menghadiri acara pelatihan itu terbatas, hanya belasan peserta dengan mewakili berbagai unit-unit pendidikan di lingkup Hidayatullah UmmulQura.

Muhammad Abdus Syakur yang merupakan wartawan hidayatullah.com dan Ketua Media Center Ummulqura menjadi narasumber pada acara itu.

Pada acara yang bertema “Di Balik Lensa Gutem” itu, ia membahas terkait bagaimana tata cara mengambil gambar atau foto, sehingga tanpa narasi foto yang diambil itu bisa bercerita.

Selain itu ia juga memberitahukan kepada peserta mengenai perbedaan foto biasa dan foto jurnalistik. “Foto biasa itu yaa biasa,” ucapnya yang memancing tawa peserta.

“Maksud saya foto biasa itu hanya sekadarnya aja, ndak ada maksud apa-apa. Sedangkan foto jurnalistik itu, foto yang mampu memberikan pesan kepada orang yang melihatnya,” lanjutnya.

Lalu ia memperlihatkan kepada para peserta perbedaan foto biasa dan foto jurnalistik.

“Foto yang ini bukan foto jurnalistik (memperlihatkan seekor ayam yang kehujanan), dan ini adalah foto jurnalistik (memperlihatkan seekor ayam bertengger di sebuah pohon pada saat banjir di Hidayatullah Ummulqura).”

Meski sudah lama berstatus menjadi seorang wartawan, Muhammad Abdus Syakur atau yang akrab disapa Bang Syakur itu mengaku, pada awal perjalanannya menjadi seorang fotografer, ia tidak mengetahui mengenai teori-teorinya.

“Dalam fotografi itu banyak teorinya, di awal-awal saya menjadi seorang fotografer saya ndak tahu itu teori-teori seperti itu. Pokoknya Bismillah aja, menurut saya ini momen yang pas, saya ambil. Nah, setelah bertahun-tahun jadi fotografer baru mengetahui bahwa semua itu ada teori-teorinya,” ungkapnya kepada peserta.

Pemuda yang juga Sekretaris Penulis Muda Hidayatullah (PENA) itu menjelaskan, seorang fotografer jurnalistik harus bisa membuat “konsep fotografi”.

Ia menceritakan ketika momen wisuda STIS Hidayatullah, dimana sehari sebelum momen itu diadakan, ada peristiwa duka yaitu wafatnya Ustadzah Aida “Khirid”, istri KH Abdullah Said sang Pendiri Hidayatullah.

Ia menceritakan, pada kegiatan wisuda STIS, ia berdoa dan berharap agar setelah acara wisuda itu, ada wisudawan atau wisudawati yang berziarah ke makam almarhumah Bunda Aida sambil menggunakan pakaian wisudanya. Inilah salah satu contoh “membuat konsep” dalam fotografi yang dimaksudnya.

“Kita itu (jurnalis) harus punya penglihatan (analisa, red) atau berharap yang kuat ya. Pada momen tertentu lalu kita berharap atau membayangkan (sesuatu akan terjadi) begini-begini,” jelasnya.

Ia melanjutkan, “pada momen wisuda STIS kemarin, saya itu membayangkan kira-kira nanti ada beberapa orang wisudawan (berziarah) ke makamnya pendiri (Hidayatullah) lalu mereka mendoakan (para almarhum/ah). Dan saya membayangkan saya lagi ngambil gambar dari sebelah mana dan sebelah mana,” ceritanya kepada peserta pelatihan fotografi jurnalistik.

Selain itu, Abdus Syakur juga memberi motivasi kepada para peserta agar jangan minder karena tidak memiliki kamera, apalagi dengan status seorang santri.

“Sekarang jangan minder dengan orang lain yang mempunyai kamera,” ujarnya.

“Sekarang,” tambahnya, “yang lebih dominan itu orang menggunakan HP. Semua orang bisa menjadi fotografer jurnalistik, tinggal kita mau belajar saya. Jangan juga ada pikiran ‘wah saya santri, saya ini, dan ini’. Bismillah aja, kita bisa gunakan media sosial untuk dakwah, dengan istilah dakwah medsos,” ucapnya penuh optimis.

Terakhir, pada acara pelatihan yang dipandu oleh Bang Rizky Kurnia Sah itu, Abdus Syakur berharap agar setiap unit bisa bersinergi dengan MCU untuk melahirkan kader-kader fotografer jurnalistik. Sehingga kegiatan-kegiatan yang ada di Hidayatullah UmmulQura bisa disyi’arkan kepada masyarakat dengan semakin luas.

Setelah pelatihan tersebut, dibentuk pula komunitas fotografi Hidayatullah khusus putra, sekaligus ditunjuk ketua kelas fotografi jurnalistiknya. Selanjutnya, akan digelar pelatihan serupa khusus bagi putri, insya Allah!

“Di penghujung tahun 2021 ini, kita semakin gencarkan pelatihan. Insya Allah setiap pekan ada pelatihan untuk putra atau putri,” ujarnya kepada Rizky yang juga Sekretaris MCU setelah acara itu berakhir.* (Asrijal/Media Center Ummulqura)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *