Lailatul Ijtima’ Mushida Balikpapan, Para Suami dan Anak-anak Disuguhi Pencerahan di Pantai Ambalat

Lailatul Ijtima’ Mushida Balikpapan di Pantai Ambalat, Samboja Barat, Kab. Kutai Kartanegara, Sabtu-Ahad, 5-6 Dzulqaidah 1446 H (3-4/5/2025).* [Foto: IST/Mushida/MCU]

Ummulqurahidayatullah.id– Mushida Balikpapan menggelar Lailatul Ijtima’ pada Sabtu-Ahad, 5-6 Dzulqaidah 1446 H (3-4/5/2025) bertempat di Pantai Ambalat, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Di antara rangkaian kegiatan ini adalah Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program. Pada kesempatan ini, Ketua Mushida Balikpapan, Ustadzah Sholehah Fathillah, menyampaikan penguatan kepada para pengurus.

“Setiap kesusahan dalam perjuangan yang kita rasakan, belum sebanding dengan setitik pun dari penderitaan Nabi Muhammad. Jangan ada kata berhenti, tapi boleh menepi sejenak untuk memulihkan tenaga.

Jika ada sisi lemah kita , mari sama-sama menyemangati. Agar dalam perjalanan ini, kita bisa kuat. Saling sambung doa, jangan melupakan saudara kita yang diberi amanah, doakan mereka.

‘Ya Allah berikan kekuatan kepada saudara-saudaraku, agar konsisten di jalan dakwah, agar pundaknya mampu memangku amanah, agar lelahnya tidak menjadi futur yang lama.’

Kalau menunggu diri kita baik baru mau bergerak, maka tidak akan ada amar ma’ruf nahi mungkar. Karena kita semua jauh dari kesempurnaan,” pesan panjang Ustadzah Fathillah yang terasa menjadi nutrisi penambah energi bagi para anggota Mushida Balikpapan.

Para suami dari pengurus Mushida Balikpapan mengikuti Lailatul Ijtima’ di Pantai Ambalat, Samboja Barat, Kab. Kutai Kartanegara, yang berlangsung dua hari, Sabtu-Ahad, 5-6 Dzulqaidah 1446 H (3-4/5/2025).* [Foto: IST/Mushida/MCU]

Pada kegiatan ini, panitia mengundang para suami dari pengurus Mushida Balikpapan.

Hadir pula Ustadz Fauzan Husain Kallado, Pengurus DPD Hidayatullah Balikpapan, sekaligus suami dari anggota Dept.Keputrian Mushida.

“Kita sebagai suami harus terus menguatkan para istri kita yang merupakan wonder woman (Mujahidah) Hidayatullah, dengan mentadabburi Quran surah as-Shaff,” ujar Ustadz Fauzan memberikan penguatan di hadapan para suami.

Yang tak kalah menarik, anak-anak juga diberi kegiatan edukatif untuk merekatkan persaudaraan.

Mereka juga dikumpulkan sembari diberi penjelasan dengan bahasa anak, terkait peran mereka dalam tugas para ibunda.

“Apakah ada yang bersedih saat ditinggal uminya rapat?” demikian pertanyaan Ustadzah Hilmiah, Kadep Pendidikan sekaligus PJ anak-anak, saat memulai penguatan di depan generasi pelanjut Hidayatullah.* (ITHA/MUSHIDA/MCU)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *