Kunjungi Export Center Balikpapan, Mahasiswi STIS Hidayatullah Songsong Pasar Global

Kunjungan mahasiswi STIS Hidayatullah ke Export Center Balikpapan di lantai 2 Gedung UMKM Kota Balikpapan (23/12/2025).* [Foto: Qonita/Media STIS/@Uqreat]

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Kesempatan berharga dirasakan oleh mahasiswi STIS Hidayatullah Balikpapan yang mendapat undangan khusus untuk berkunjung dan menilik secara langsung peran Export Center Balikpapan, sekaligus memperoleh wawasan terkait peluang ekspor bagi UMKM, baru-baru ini.

Setelah diresmikan langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Export Center Balikpapan yang berlokasi di lantai 2 Gedung UMKM Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, kini menjadi pusat rujukan baru bagi pelaku usaha dan kalangan akademisi.

Fasilitas ini hadir sebagai ruang edukasi dan pendampingan ekspor bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar global. Mahasiswi pun disambut hangat oleh Tim Export Center Balikpapan, Muhammad Asmi dan Burhan.

Sejalan dengan Visi

Kegiatan kunjungan ini (23/12/2025) sejalan dengan visi STIS Hidayatullah Balikpapan sebagai kampus yang mendorong lahirnya generasi berdaya saing global.

Melalui pembelajaran kontekstual di lapangan, mahasiswi diajak memahami bahwa globalisasi ekonomi dapat dihadapi dengan kesiapan ilmu, mental, dan keterampilan.

Sebanyak 50 mahasiswi turut hadir dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Hukum Keluarga (HK), dua program studi yang memiliki keterkaitan erat dengan aspek regulasi, kontrak, serta tata kelola ekonomi dan bisnis berbasis nilai-nilai syariah.

Diskusi Interaktif

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para mahasiswi aktif mengajukan pertanyaan, merespons pemaparan, serta terlibat dalam diskusi interaktif bersama pemateri. Suasana ruangan pun terasa hidup, dinamis, dan penuh semangat belajar.

Materi disampaikan oleh Muhammad Asmi dari Tim Teknis Export Center Balikpapan. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan membumi, ia mengajak para mahasiswi untuk tidak ragu mempelajari dunia ekspor sejak dini.

Why not? Belajar ekspor! Kita memiliki peluang usaha khas dari setiap daerah yang bisa mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas dan menuju pasar global,” ujarnya.

Ia pun menanyakan ke beberapa mahasiswi ciri khas daerah asal masing-masing yang menjadi peluang ekspor.

Kunjungan mahasiswi STIS Hidayatullah ke Export Center Balikpapan di lantai 2 Gedung UMKM Kota Balikpapan (23/12/2025).* [Foto: Qonita/Media STIS/@Uqreat]

Peluang Besar Pasar Internasional

Muhammad Asmi juga membagikan pengalaman nyata pendampingan ekspor yang telah dilakukan Export Center Balikpapan.

“Kemarin saja kami baru membantu proses ekspor belut ke China dan kepiting ke Hungaria. Ini menunjukkan bahwa produk lokal kita punya peluang besar dan harga fantastis di pasar internasional,” ungkapnya.

Menurutnya, mahasiswa dan mahasiswi memiliki peran strategis dalam ekosistem ekspor.

“Kalian bisa menjadi bagian dari pelaku usaha itu, baik sebagai pendamping UMKM, konsultan, maupun eksportir muda di masa depan,” tambahnya.

Menambah Perspektif Baru

Dalam sesi pemaparan, Muhammad Asmi juga menyampaikan 10 tips penting untuk memulai ekspor, mulai dari kesiapan produk, pemetaan pasar tujuan, legalitas usaha, hingga konsistensi pelaku UMKM.

Materi disampaikan secara sistematis sehingga mudah dipahami oleh peserta, meski sebagian istilah masih tergolong baru.

Salah seorang peserta, Soraya, mahasiswi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, mengaku kegiatan ini memberikan perspektif baru.

“Awalnya saya belum terpikir tentang ekspor. Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi semakin tertarik, apalagi saya punya minat besar dalam dunia bisnis” ujarnya.

Ia pun bertanya kepada pemateri, “Kondisi negara, seperti peperangan, seperti yang kita tahu banyak sekali konflik saat ini. Hal itu apa bisa mempengaruhi ekspor?”

Sementara Syafika, mahasiswi lainnya, juga menilai kegiatan ini relevan dengan bidang keilmuannya.

“Sebagai Alumni HES yang bertugas di almamater tercinta, wawasan kami terisi dengan memahami pentingnya peran hukum, perjanjian, dan regulasi dalam aktivitas ekspor,” ujarnya.

Generasi Berdaya Saing Global

STIS Hidayatullah Balikpapan percaya bahwa generasi berdaya saing global lahir dari keberanian belajar, membuka wawasan, dan terjun langsung memahami realitas.

Dari Export Center Balikpapan, mahasiswi diajak menyadari bahwa kontribusi terhadap bangsa dapat dimulai sejak bangku kuliah—menguatkan UMKM, mendorong ekspor, dan membawa nilai-nilai keislaman dalam praktik ekonomi global.

Melalui kunjungan edukatif ini, STIS Hidayatullah Balikpapan menegaskan komitmennya dalam membekali mahasiswi dengan wawasan global dan pengalaman aplikatif.

Kampus berharap lahir generasi muslimah intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi nyata dalam penguatan UMKM dan pembangunan ekonomi nasional hingga kancah global.* (Qonita/MediaSTIS/@Uqreat/@Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *