Ketua YPPH: ‘Lawan’ Penebangan Pohon, Tanam Pohon Sebanyak Mungkin

Ummulqurahidayatullah.id– Akhir tahun 2024 kemarin, Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan berhasil meraih penghargaan terbaik pada lomba Eco Office Pesantren se-Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Meski demikian, prestasi itu tidak boleh sampai melenakan apalagi menjadikan puas dan tak lagi semangat merawat lingkungan dan gerakan penghijauan di lingkungan pesantren.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ustadz Hamzah Akbar, Ketua Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan, baru-baru ini.
Gerakan penghijauan melalui penanaman pohon, menurutnya bukan sesuatu yang bisa ditawar atau dibiarkan begitu saja.
Apa yang dulu diasumsikan bahwa Kalimantan adalah hutan, lanjut Ustadz Hamzah, itu bisa tinggal cerita saja jika sudah tidak ada yang peduli dengan gerakan penghijauan atau penanaman pohon.
“Kalau Kalimantan itu dibilang hutan lebat, ke depan itu tinggal cerita atau kamuflase saja kalau tidak ada lagi yang peduli dengan penghijauan ini,” ucapnya di hadapan pengurus da fungsionaris YPPH Balikpapan (29/1/2025).
“Jadi kalau orang lain tebang pohon dan babat hutan sebanyak-banyaknya, itu harus dilawan dengan kita menanam pohon sebanyak-banyaknya,” tegasnya penuh semangat.
Lebih jauh, Ustadz Hamzah menilai, diskursus gerakan penghijauan dan lingkungan ini bukan semata karena tinggal di asrama atau di pondok pesantren.
Menurutnya, hal itu bagian dari misi universal dan seruan kemanusiaan secara umum.
“Ini bisa nyambung di mana-mana sebagai misi universal. Orang kaya, orang miskin, pejabat, rakyat biasa, dewasa, atau anak-anak, laki-laki, perempuan, bahkan orang beriman, tidak beriman, semuanya butuh pepohonan dan oksigen yang baik,” ujar dai yang pernah diamanahi sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kaltim ini.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor WKP Gunung Tembak, anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan itu juga menceritakan perjalanannya baru-baru ini ke sejumlah daerah di Kalimantan Timur.
“Bisa dibilang yang dulu hutan, sekarang sudah berubah jadi kolam-kolam atau danau-danau bekas lokasi tambang. Jadi mulai sekarang tanam pohon sebanyak-banyaknya. Wilayah yang pepohonannya padat bisa diatur. Tapi kalau tanah gundul, bisa apa?”* (Abu Jaulah/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments