Kajian Masjid Ar-Riyadh, Penceramah Ingatkan Hukuman Terberat di Dunia, Apa itu?

Ummulqurahidayatullah.id– Mubaligh Masjid Ar-Riyadh, Ustadz Muhammad Dinul Haq, Lc., menjelaskan, tujuan utama seorang hamba adalah mengenal Allah dengan baik (haqqul ma’rifah).
“Ini adalah ilmu yang paling utama, paling tinggi, dan paling mulia,” ujarnya pada kajian bakda magrib di Masjid Ar-Riyadh Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Ahad (20/4/2025).
“Orang-orang berlomba-lomba dalam kebaikan karena mereka tahu, hanya dengan mengenal Allah, hati seorang hamba akan hidup,” tambahnya.
Ia mengatakan, kehidupan modern sering kali membuat manusia lupa akan hakikat penciptaan mereka.
Ustadz Dinul Haq lantas mengingatkan, banyak orang menjalani hidup seperti hewan ternak—bergerak tanpa arah, makan tanpa rasa syukur, dan mati tanpa makna.
“Yang sangat mengherankan,” ujarnya dengan nada prihatin, “adalah kondisi manusia yang berlalu zaman dan habis umurnya, sementara hatinya tidak merasakan nikmat hidup mengenal Allah Subhanahu Wata’ala dan dekat dengan-Nya.”
Ia melanjutkan, “Hidup mereka lemah, tidak ada pegangan. Kalau mati, hanya kebinasaan yang menanti. Dan pada hari kebangkitan, mereka hanya bertemu penyesalan dan kerugian.”
Kata-kata ini terasa seperti cambuk bagi setiap jiwa yang hadir maupun yang menyimak kajian itu secara online. Memaksa hati yang menyimak mesti merenung: sudahkah kita benar-benar mengenal Allah?
Hukuman Terberat
Lebih lanjut, Ustaz Dinul Haq menyampaikan peringatan yang begitu tajam.
“Hukuman paling berat di dunia ini,” katanya dengan penuh penekanan, “adalah Allah Subhanahu Wata’ala mengunci lisan seseorang dari mengingat nama-nama-Nya yang mulia.”
Dalam kajian tersebut, para jamaah diajak untuk merenungkan kebesaran Allah melalui nama-nama-Nya yang indah. Setiap asma memiliki makna mendalam yang bisa menjadi pedoman hidup.
“Ketika kita mencintai Allah, beribadah kepada-Nya, dan merasa terjaga karena dekat dengan-Nya, barulah hati kita benar-benar hidup,” tutur Ustadz Dinul Haq yang juga dosen PUZ-STIS Hidayatullah Balikpapan.* (Herim/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments