Kabid Tarbiyah DPP Hidayatullah: Sistematika Wahyu Metode Ber-Islam dengan Baik

Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Ir. Abu A’la Abdullah, M.HI di Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan (15/08/2021).* [Foto: SKR/MCU]

Ummulqurahidayatullah.id– Di era digital yang terus bergerak cepat, upaya mencerdaskan generasi muda menjadi kunci penting membangun peradaban.

Daurah Marhalah Ula (DMU), sebuah program strategis Hidayatullah, hadir sebagai jawaban untuk melahirkan pemimpin masa depan yang Qurrota A’yun—penyejuk mata dan hati.

Senin pagi, 21 April 2025, langit masih gelap saat puluhan peserta dari berbagai penjuru Tanah Air mulai memadati layar perangkat mereka.

Pukul 06:00 WIB, Rakornas Sukses Daurah Marhalah Ula (DMU) dibuka secara online oleh Kabid Tarbiyah DPP Hidayatullah, Ustadz Abu A’la Abdullah.

Dengan nada tegas namun penuh kehangatan, Ia memberikan arahan tentang pentingnya sektor perkaderan dalam tubuh Hidayatullah, ormas yang menjadikan kaderisasi sebagai jantung perjuangannya.

“Kita ditunjuk menjadi pelaksana tugas di sektor paling inti ini,” ujar Ustadz Abu A’la.

“Karena Hidayatullah adalah ormas berbasis kader. Sistematika Wahyu adalah metode kita untuk ber-Islam dengan baik—sesuai sunnah, sekaligus progresif merespon perkembangan zaman.”

Ia menegaskan, pesantren bukan sekadar tempat belajar agama, tetapi markas perjuangan.

Di sanalah anak-anak bangsa diasah untuk menjadi cahaya peradaban.

Mencetak SDM Berkualitas

DMU, program yang menyasar pelajar SMA ini, menjadi salah satu wasilah istiqamah dalam mencetak SDM berkualitas—kader-kader muda yang siap memimpin dengan nilai-nilai Islam.

“Kita ingin melahirkan generasi Qurrota A’yun,” tambahnya. “Anak-anak yang tidak hanya cerdas, tapi juga memiliki integritas tinggi, visioner, dan mampu memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.”

Acara tersebut menghadirkan semangat baru bagi para peserta.

Mereka diajak melihat lebih jauh makna kepemimpinan—bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk membawa kebaikan bagi banyak orang.

DMU bukan sekadar program pendidikan biasa, melainkan investasi besar untuk masa depan umat dan bangsa.

Rakornas ini memberi energi optimisme terasa mengalir di antara peserta. Harapan besar terpatri di hati mereka: bahwa melalui DMU, lahir generasi baru yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam iman, tangguh dalam karakter, dan visioner dalam berpikir.

Anak-anak bangsa ini kelak akan menjadi garda terdepan dalam menegakkan nilai-nilai peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.* (Herim/Media Center @Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *