Gelar Wisuda X, STIS Hidayatullah Balikpapan Cetak Sarjana Siap Bersaing di Era Penuh Tantangan

Foto bareng para wisudawan pada Wisuda X STIS Hidayatullah Balikpapan di Asrama Haji Balikpapan, Kaltim, Sabtu, 15 Shafar 1447 H (9/8/2025).* [Foto: Media STIS]

Ummulqurahidayatullah.id– Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan kembali meluluskan sarjana-sarjana unggul dalam acara wisuda yang digelar di Asrama Haji Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, 15 Shafar 1447 H (9/8/2025).

Dengan usia 21 tahun dan telah menyelenggarakan tujuh kali wisuda, STIS Hidayatullah terus membuktikan komitmennya.

Yaitu dalam membantu pemerintah mencetak sumber daya manusia berkualitas, yang siap menghadapi dinamika sosial dan ekonomi.

Ketua STIS Hidayatullah Ustadz Muhammad Zaim Azhar menjelaskan, wisuda itu diikuti sebanyak 184 wisudawan/wisudawati dari Angkatan Tahun 2024 dan Tahun 2025.

“Hari ini adalah menit yang sangat bersejarah,” ujar Ustadz Zaim saat menyampaikan pidatonya.

Hadir pada acara ini Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetio, M.M. dan Ketua Kopertis Wilayah 11 Kalimantan sekaligus Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.A.

Pesan untuk Para Wisudawan

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Ustadz Hamzah Akbar, menyampaikan pesan yang kuat kepada para wisudawan.

Ia mengingatkan tentang posisi istimewa yang mereka raih sebagai bagian dari minoritas terdidik di Indonesia.

“Kita masuk pada bagian 13 juta populasi penduduk dengan tingkat pendidikan sarjana. Angka ini hanya 4% sekian dari populasi penduduk Indonesia. Artinya masih banyak anak muda lain yang belum bisa menikmati bangku kuliah,” ujarnya.

Pesan ini menjadi pengingat bagi para wisudawan untuk senantiasa mensyukuri kesempatan yang telah mereka dapatkan.

Namun, Ustadz Hamzah juga tidak menampik tantangan besar yang menanti di depan.

Kemampuan Beradaptasi

Ustadz Hamzah menyoroti data lebih dari satu juta sarjana yang lulus setiap tahunnya namun langsung menganggur, sebuah fakta yang kerap memicu kekhawatiran masyarakat terhadap masa depan generasi mendatang.

Oleh karena itu, Ustadz Hamzah menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi sebagai kunci utama bagi sarjana untuk bertahan dan berkembang.

Kemampuan ini menjadi bekal esensial untuk memenangkan persaingan di tengah sengitnya pertarungan dalam kehidupan.

“Untuk itu kemampuan beradaptasi menjadi urgen bagi sarjana untuk survive dalam pertarungan kehidupan ini,” tegasnya.* (Herim/Media Center @Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *