Spirit Rejuvenasi Jelang Munas Hidayatullah, Dr Nashirul Haq: Kader Hadapi Tantangan, Tawarkan Solusi

Ummulqurahidayatullah.id– Jelang Musyawarah Nasional VI Hidayatullah, spirit rejuvenasi kembali menggaung di kalangan para pengurus dan kader Hidayatullah.
Menurut Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ustadz Dr Nashirul Haq, rejuvenasi lebih dari sekadar peremajaan. Rejuvenasi adalah konsep perubahan yang telah dirancang sejak lima hingga sepuluh tahun lalu.
Dalam era disrupsi yang semakin kompleks, kebutuhan akan kader muda yang siap secara kualitas tak pernah berhenti.
Kualitas kader yang sesungguhnya bukan hanya dinilai dari kemampuan, tetapi juga dari integritas yang kokoh.
“Menjadi kader bukan soal menikmati hal manis saja, tetapi juga kesiapan menghadapi tantangan pahit,” tegas Ustadz Nashirul Haq dalam Talk Show “Sukseskan Munas Hidayatullah 2025” di Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, baru-baru ini.
Gunung Tembak Simbol Sibghah
Dalam kondisi dunia yang tak lagi mudah diprediksi, kemampuan beradaptasi dengan perubahan adalah kunci utama.
Ustadz Nashirul pun mengingatkan kembali tentang prinsip dasar kader: tidak ada istilah masalah—yang ada hanyalah solusi. Maksudnya, ketika dihadapkan pada tantangan, kader dituntut untuk menawarkan solusi yang realistis dan relevan, bukan sekadar menyusun alasan atau mengeluh.
Jika berkaca pada sejarah, lahirnya Hidayatullah dari tempat pembakaran batu bata di Balikpapan adalah bukti nyata bahwa tanpa pola pikir solutif, semangat perjuangan bisa saja padam sejak awal.
“Oleh karena itu, Gunung Tembak menjadi simbol sibghah—identitas kuat yang terus membentuk kader dalam menghadapi perubahan besar, baik di tingkat organisasi,” ujarnya pada rangkaian Silaturahim Syawal 1446 H, Ahad, 14 Syawal (13/4/2025) itu.
Misalnya, ketika ekonomi global semakin sulit diprediksi, bahkan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani pun mengakui tantangan yang dihadapi. Kader Hidayatullah, kata Ustadz Nashirul, harus memahami dan siap.
Rejuvenasi dan perubahan bagian yang harus dipersiapkan. “Namun, begitulah sejarah telah mengajarkan bahwa perubahan adalah keniscayaan, maka kader yang dipersiapkan dengan baik akan selalu menemukan jalan untuk melangkah lebih jauh,” ungkapnya.* (Herim/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments