Pemimpin Umum Hidayatullah Ingatkan Para Murabbi Serius Bertugas
Pemimpin Umum Hidayatullah juga mengingatkan tentang godaan dan tantangan seorang murabbi.
Membangun Miniatur Peradaban Islam
Pemimpin Umum Hidayatullah juga mengingatkan tentang godaan dan tantangan seorang murabbi.
“Shalatnya Panjang, doanya panjang, puasanya banyak, iya bagus. Tapi bagaimana kebersihan di lingkungannya? Ini tamkin. Harus berwujud (nyata)”
“Wa la tafarraqu, dan haram bercerai berai. Begitu detailnya ayat ini menuntun. Berorganisasilah dan jangan bercerai berai. “Wadzkuru nikmatallah!” Ingat nikmat Allah bahwa engkau diikat dengan ukhuwah Islamiyah”
“Saya tidak pernah baca kecuali baca semua biar iklan-iklannya juga saya baca semua”
“Saya sudah lihat perhatikan. Bukan main, lari naik baru dia buang dirinya, (jadilah) satu benang. Setelah itu, lari lagi naik kemudian dia buang lagi dirinya, (jadi) dua benang. Begitu seterusnya. Setelah itu ada jalan, baru mulai dianyam (benang-benang) itu (menjadi sarang). Bagus dilihat itu”
KH Abdurrahman Muhammad bertindak sebagai imam shalat Idul Adha di Masjid Ar-Riyadh.
Kegiatan intensif pada Jumat, 24 Syawal 1445 (3/5/2024) itu menjadi panggung bagi pemuda-pemudi Hidayatullah untuk mengasah kemampuan mereka dalam dunia media digital yang semakin berkembang.
“Agar tidak tergoda oleh bisikan-bisikan setan yang dapat membuat terlempar dari jalan perjuangan”
“Karena doa sukses pribadi, kata almarhum (KH Abdullah Said), cukup kamu dikasi tidak ada untuk orang lain. Kalau toh ada untuk orang lain, itu sedikit. Tapi kalau doa sukses lembaga sudah ada juga untuk pribadi”
“Diskusi, Pak. Diskusi. Petinggi-petinggi Hidayatullah ada di sini. Jangan pergi sebelum ada kesimpulan”
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments