Ketika Body Shaming Melukai, Islam Memulihkan
Beliau bersabda: “Kalian menertawakan betisnya? Demi Allah, betis itu lebih berat di sisi Allah daripada Gunung Uhud.”
Membangun Miniatur Peradaban Islam
Beliau bersabda: “Kalian menertawakan betisnya? Demi Allah, betis itu lebih berat di sisi Allah daripada Gunung Uhud.”
Peserta didik usia 11 hingga 14 tahun sering diperlakukan seolah cukup dengan penguasaan konten, padahal secara psikologis mereka membutuhkan proses belajar yang membantu memahami makna di balik pengetahuan tersebut.
Kunci perubahan itu adalah wahyu. Maka pendidikan kita pun harus melahirkan komunitas “ahlul qura’ wattaqau”, masyarakat yang hidup bersama nilai-nilai Al-Qur’an dan takwa kepada Allah.
Sebelum amal ini dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, kita pertanggungjawabkan terlebih dahulu di hadapan manusia.
“Kalau kita sujud, setengah mati kita cari lokasi di mana dahi diletakkan. Sebab di sana sini bertebaran ta** cicak”
Belajar seharusnya menjadi wasilah (jalan) untuk mencapai tujuan: bertambahnya ilmu, keberkahan, keimanan, dan kebaikan dalam diri. Sementara nilai dari guru hanyalah alat bantu, bukan akhir dari perjalanan belajar.
Ummulqurahidayatullah.id– Dalam rangkaian acara Silaturahim Syawal 1446 H di Pesantren Hidayatullah Balikpapan, salah satu momen paling berkesan adalah sesi talk show bersama tokoh senior Hidayatullah, Ustadz Abdul Latief Usman. Dengan gaya tutur ringkas namun tegas, Ustadz Abdul Latief membagikan pesan mendalam tentang pola perkaderan ala KH Abdullah Said, Pendiri Hidayatullah, yang terus relevan hingga hari ini. “Ustadz Abdullah Said dalam mengkader kami itu sangat serius, tidak mengenal cuaca, waktu, dan tempat. Kami dipersiapkan untuk menjadi kader yang tangguh. Salah satunya, ibadah harus kuat. Bekerja juga harus kuat. Dan berdoa pun harus kuat,” ungkap Ustadz Abdul Latief dengan gayanya yang khas, Sabtu, 13 Syawal 1446 H (12/4/2025). Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seorang kader Hidayatullah dituntut untuk memberikan yang terbaik dalam setiap aspek kehidupan. “Kalau ditanya soal kader Hidayatullah, bekerja 100%, ibadah 100%, dan bermuamalah...
Ummulqurahidayatullah.id– Silaturahim Syawal di Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur digelar dengan semangat persaudaraan yang mendalam, Jumat-Ahad, 12-14 Syawal 1446 H (11-13/4/2025). Acara tahunan ini tidak hanya menjadi ajang bertemu, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga tali ukhuwah sebagai sumber keberkahan hidup. Ustadz Amin Mahmud, salah seorang tokoh senior Hidayatullah, yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, menegaskan bahwa silaturahim memiliki manfaat luar biasa dalam kehidupan. “Paling tidak ada 7 hingga 10 manfaat besar dari silaturahmi,” ujarnya dalam tausiyahnya pada acara Silaturahim Syawal 1446 H di Masjid Ar-Riyadh, Gunung Tembak, Sabtu (12/4/2025) pagi. Salah satunya adalah rahasia panjang umur dan melimpahnya rezeki. Ustadz Amin Mahmud pun berbagi kisah inspiratif saat bertugas di Palembang. Saat itu, ia diberi nasihat untuk sering bersilaturahim. “Nanti akan dapat rezeki,” katanya mengulang pesan tersebut....
Forum ini juga ditekankan sebagai alat strategis untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan nasional. Dengan demikian, Syawalan bukan hanya milik internal Hidayatullah, tetapi juga berkontribusi pada pemecahan masalah kebangsaan.
Oleh: Mujtahidah* Ummulqurahidayatullah.id- “MASYA ALLAH, udah besar-besar anaknya, ini yang dulu ganteng yah? Wah sudah menghitam sekarang, dulu putih imut!” “Loh yang ini hitam, yang ini putih, kok bisa?” “Kok gak ada yang mirip bapaknya?” Demikian sedikit contoh komentar orang-orang yang mengaku sebagai “manusia dewasa”, saat bersua dengan teman, sanak keluarga di hari Raya. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya dia tahu bahwa yang ditanya tidak akan mampu menjawabnya. Andaikan pertanyaannya adalah, “Kok kue nastarnya glowing sekali?” tentu bisa saja dijawab “oww itu ditambahi sedikit madu.” Atau pertanyaan, “Kok kue sagu kejunya kecoklatan sekali?”, kita bisa menjawab, “Oh ya, agak telat diangkat, biasa emak rempong multi tasking.” Tapi kalau yang ditanyakan, “Kok ini pesek? Kok kakaknya putih adeknya hitam?” Kan gak logis kita jawab, “Oh itu karena lahirannya pas mati lampu.” Oleh sebab itu, tolonglah wahai...
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments