Kisah Ustadz Amin Mahmud Mau Mundur sebagai Guru, Ternyata…
“Mendidik anak itu sekali lagi berat. Bukan cuma mengajar dan mengisi otak dengan ilmu. Tapi juga menanamkan cita-cita hidup dan membangun karakter. Itulah pentingnya keteladanan”
Membangun Miniatur Peradaban Islam
“Mendidik anak itu sekali lagi berat. Bukan cuma mengajar dan mengisi otak dengan ilmu. Tapi juga menanamkan cita-cita hidup dan membangun karakter. Itulah pentingnya keteladanan”
“Sejak dulu (jadi guru) seperti itu di sini (Gunung Tembak). Butuh kesabaran dan keyakinan. Tapi inilah jihad kita semua. Memikirkan masa depan dengan menyiapkan generasi Qur’ani”
“Terima kasih Asatidzah dari Hidayatullah Pusat Balikpapan dan Hidayatullah Surakarta atas kesediaan menghadiri undangan kami dan memberi kursus intensif selama tiga hari di Malaysia”
Lebih jauh, Ustadz yang pernah diamanahi mengawal Pendidikan Ulama Zuama Hidayatullah tersebut mengingatkan makna kemerdekaan secara hakiki bagi penuntut ilmu.
Ustadz Hamzah juga mengingatkan bahaya melakukan sesuatu hanya dengan logika manajemen modern tanpa ditopang pendekatan ruhiyyah.
“Terima kasih kami ucapkan kepada ustadz, pengurus, dan pemimpin (Hidayatullah)”
“Alhamdulillah, madrasah MI RM Putra punya guru-guru hebat, punya lingkungan sekolah yang luas dan tertata rapi. Paling utama, ada Mushalla Al-Muhajirin, tempat melatih dan membiasakan anak-anak kita shalat berjamaah dan belajar mengaji al-Qur’an”
“Upaya perbaikan ini tidak cukup hanya dengan perbaikan diri sendiri saja, tetapi harus melakukan perbaikan terhadap umat dan bangsa”
Beda lagi dengan MI RM Putra, yang menampilkan “Istana Kepresidenan” ala miniatur Ibukota Nusantara (IKN). Ada juga kreativitas roket air dan sebagainya.
Selain di MTQ Tingkat Kab. Kukar, santri-santri juga memboyong sejumlah prestasi di MTQ Kota Balikpapan.
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments