Sambut Ramadhan 1447 H, Rais Am Hidayatullah: Kejar Nikmatnya Ber-Islam di Gunung Tembak
“Kejar itu nikmatnya,” ajak sang kiai dalam ceramahnya di Masjid Ar-Riyadh Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan
Membangun Miniatur Peradaban Islam


“Kejar itu nikmatnya,” ajak sang kiai dalam ceramahnya di Masjid Ar-Riyadh Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan
“Kita warga Darussalam Alhamdulillah antusias semuanya turun, memberikan kontribusi, semuanya kompak luar biasa, semua beramal shaleh pada hari Ahad”
“Kita punya tugas mengajak orang lain, agar mereka juga bisa merasakan keindahan nilai-nilai Islam.”
“Dalam perjuangan akan ada banyak tantangan dan goncangan jiwa. Jika kita tidak memiliki sandaran dan kekuatan ruhiyah, maka kita akan mudah goyah. Shalat adalah instrumen dasar perubahan, baik pada level pribadi, keluarga, hingga umat”
“Kami tugasnya di pedalaman, ya, bagaimana bisa manfaat kepada masyarakat. Ini benar-benar memberi kejutan bahagia bagi kami”
“Kejar itu nikmatnya,” ajak sang kiai dalam ceramahnya di Masjid Ar-Riyadh Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan
“Kita warga Darussalam Alhamdulillah antusias semuanya turun, memberikan kontribusi, semuanya kompak luar biasa, semua beramal shaleh pada hari Ahad”
“Kita punya tugas mengajak orang lain, agar mereka juga bisa merasakan keindahan nilai-nilai Islam.”
“Dalam perjuangan akan ada banyak tantangan dan goncangan jiwa. Jika kita tidak memiliki sandaran dan kekuatan ruhiyah, maka kita akan mudah goyah. Shalat adalah instrumen dasar perubahan, baik pada level pribadi, keluarga, hingga umat”
“Kami tugasnya di pedalaman, ya, bagaimana bisa manfaat kepada masyarakat. Ini benar-benar memberi kejutan bahagia bagi kami”
“Hidayatullah dalam program pelayanannya mengedepankan pola pendekatan yang relevan serta adaptif sesuai dengan perkembangan zaman dan local wisdom (kearifan lokal) yang berlaku”
Sebelum pelajaran dimulai, beliau memastikan kelas dalam keadaan bersih. Jika ada selembar kertas di lantai, murid diminta memungutnya terlebih dahulu. Jika ada murid yang belum hadir, beliau akan mencarinya hingga ke asrama.
“Ketika menyebut ‘Balikpapan Terang’ (terbayang) di mana-mana lampu ada. Bagaimana kalau ‘Balikpapan Terang’ tapi manusia atau SDM-nya gelap? Ini harus kita jaga bersama (agar SDM-nya juga terang, red). Ini tugas para kiai dan pesantren.”
Langkah cepat ini tidak hanya memulihkan fisik, tetapi juga menjaga stabilitas mental masyarakat dalam menghadapi krisis. Ketahanan lingkungan pun dapat segera dipulihkan melalui aksi kolaboratif ini.
Ketua Bidang 4 Keputrian, Ustadzah Solehah Fathillah, menyampaikan apresiasi kepada tim DPPP atas dedikasi dan kinerja selama lima tahun terakhir.
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments